Laporkan Masalah

Asosiasi Polimorfisme Gen PRL dan IGF-1 terhadap Produktivitas Telur Ayam (Gallus gallus domesticus Linnaeus, 1758) F1 Hasil Persilangan Ayam Pelung dan Layer

ADITYA RAHMAN ERNANT, Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr., Sc.

2017 | Tesis | S2 Biologi

Pada industri peternakan ayam lokal pedaging selain bibit indukan dengan kualitas pertumbuhan tubuh yang baik juga dibutuhkan indukan dengan sifat produktivitas telur yang tinggi untuk perbanyakan Daily Old Chick (DOC). Penanda molekular yang berkaitan dengan fenotip unggulan dapat digunakan sebagai acuan untuk persilangan terseleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polimorfime indel pada promoter PRL dan SNP pada ujung 5-UTR IGF-1 terhadap produktivitas dan berat telur pada ayam Layer, Pelung dan F1. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu pemeliharaan ayam, pengambilan telur selama 300 hari produksi, pengukuran dan penimbangan telur, isolasi DNA, amplifikasi PCR pada PRL dan IGF-1, visualisasi pita DNA pada promoter PRL dan sekuensing ujung 5-UTR IGF-1. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kumulatif telur ayam F1, Layer dan Pelung selama 300 hari produksi secara berurutan adalah 140,37 butir, 195,07 butir, dan 56,40 butir. Rerata berat telur ayam F1, Layer dan Pelung secara berurutan adalah 50,33 g, 58,17 g, dan 48,15 g. Terdapat polimorfisme indel pada promoter PRL yaitu 1 pita DNA dan 4 pita DNA. Terdapat 6 SNP pada ujung 5-UTR IGF-1 yaitu SNP 1 (C atau T), SNP 2 (C atau T), SNP 3 (G atau T), SNP 4 (C atau T), SNP 5 (T atau C) dan SNP 6 (T atau C). Polimorfisme indel pada promoter PRL memiliki korelasi yang rendah dan tidak signifikan terhadap produktivitas telur sedangkan SNP 1 (C) dan SNP 5 (T) pada ujung 5-UTR UTR IGF-1 memiliki korelasi positif yang tinggi dan signifikan terhadap berat telur namun tidak signifikan terhadap jumlah telur.

In local chicken breeding industry besides produce Daily Old Chick (DOC) with good body growth quality also needed hen as parent stock with high egg productivity, so we did crossbreeding between female Layer and male Pelung chicken. Molecular markers associated with economic phenotype can be used as a reference for selective breeding. The aims of this research waas to know the correlation of polymorphisms of indel on PRL and SNPs at 5 prime-UTR IGF-1 with egg productivity and egg weight in Layer, Pelung and F1 chickens. Procedures of the research were chicken maintenance, egg collection in 300 days laying, measurement and weighing, DNA isolation, PCR amplification in PRL and IGF-1 targets, DNA band visualization for PRL promoter and sequencing for 5 prime-UTR IGF-1. Results showed the eggs number in 300 days laying of F1, Layer and Pelung chicken were 140.37, 195.07, and 56.40 respectively. Egg weight average of F1, Layer and Pelung chicken were 50.33 g, 58.17 g, and 48.15 g. PRL promoter had indel polymorphism but low correlation and not significant to egg productivity whereas there are 6 SNPs at 5 'UTR IGF-1 they are SNP 1 (C or T), SNP 2 (C or T), SNP 3 (G or T), SNP 4 (C or T), SNP 5 (T or C) And SNP 6 (T or C). SNP 1 (C) and SNP 5 (T) have high positive correlation and significant with the increases in egg weight but not significant with eggs number.

Kata Kunci : Prolactin, IGF-1, egg, Layer, Pelung

  1. S2-2017-386933-abstract.pdf  
  2. S2-2017-386933-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-386933-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-386933-title.pdf