PENANGANAN KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
WIWIK DWI KHORIYATI, Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.H
2017 | Tesis | S2 HUKUM LITIGASIDi Kota Yogyakarta, akhir-akhir ini marak sekali di beritakan di media-media tentang adanya tindak kejahatan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suami kepada istrinya, salah satu faktor timbulnya KDRT yaitu faktor ekonomi dan selain faktor ekonomi karena faktor perselingkuhan suami ataupun istri dan yang menjadi korban adalah anak.Kebanyakan kasus yang terjadi di daerah kota Yogyakarta karena faktor perselingkuhan dan yang di daerah kabupaten karena faktor ekonomi, tetapi tidak menutup kemungkinan kedua faktor tersebut terjadi di wilayah kota maupun kabupaten. Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini antara lain : (1) Bagaimanakah peran polri dalam menanggulangi Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di kota Yogyakarta; (2) Hambatan-hambatan apakah yang dihadapi polri dalam upaya menanggulangi Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di kota Yogyakarta; (3) Bagaimanakah solusi bagi polri dalam upaya menanggulangi Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga di kota Yogyakarta pada masa depan. Untuk menjawab permasalahan di atas, maka penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui studi lapangan dan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepolisian Kota Besar Yogyakarta/POLDA DIY. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran polri dalam penanggulangan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilaksanakan selama ini di Kota Yogyakarta dengan menggunakan cara pendekatan yaitu pendekatan non penal policy dan pendekatan penal policy. Pendekatan non penal policy dilaksanakan oleh bagian Binamitra secara pre-emptif, sedangkan pendekatan penal policy dilaksanakan oleh Bagian Reserse Kriminil Unit Pelayanan Perempuan dan anak melalui mekanisme criminal justice system.
In the city of Yogyakarta, recently lively once reported in the media about the crime of violence in the household (KDRT) committed by the husband to his wife, one of the factors of the emergence of domestic violence is the economic factor and in addition to economic factors due to factors of infidelity husband Or wife and the victim is anak.Kebanyakan cases that occurred in the city of Yogyakarta due to factors of infidelity and that in the district due to economic factors, but did not rule out the two factors occurred in the city and district. The purpose of this sociological juridical study is to find (1) how the police play their role in preventing the domestic violence criminal act in the city of Yogyakarta, (2) the constraints faced by the police in their attempt to prevent the domestic violence criminal act in the city of Yogyakarta, and (3) the solution planned by the police in their attempt to prevent the domestic violence criminal act in the city of Medan in the future. This study is based on the primary date obtained through field study and the secondary date obtained through library study. The informants for this study came from Yogyakarta Police Department/POLDA DIY. The result of this study shows that role of the police which has been implemented in preventing the domestic violence criminal act in the city of Yogyakarta is based on the penal and non-penal approaches. The non-penal policy is pre-emptively implemented by the Binamitra unit and the penal policy is implemented by the detectives of Women Service of Criminal unit through the mechanism of criminal justice system.
Kata Kunci : POLRI, Penanggulangan Tindak Pidana, Kekerasan Dalam Rumah Tangga