ESAI-ESAI PEKERJA ANAK DI INDONESIA: DETERMINAN, KONSEKUENSI, DAN EVALUASI KEBIJAKAN
PUTU AYU PRAMITHA PURWANTI, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D; Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D
2017 | Disertasi | S3 Ilmu EkonomiDisertasi ini terdiri dari tiga esai mengenai pekerja anak di Indonesia. Esai pertama fokus pada kajian mengenai peran kekuasaan ibu dalam rumah tangga terhadap keputusan anak bekerja. Pertanyaan riset yang ingin dijawab adalah bagaimana pengaruh kekuasaan relatif ibu terhadap keputusan anak bekerja dengan memperhitungkan aspek budaya di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan ibu di dalam rumah tangga sangat berperan terhadap keputusan anak bekerja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa diperlukan keseimbangan kekuasaan antara ayah dan ibu di dalam rumah tangga untuk menurunkan dan menjaga pekerja anak tetap rendah. Esai kedua menganalisis konsekuensi dari anak bekerja terhadap capaian pendidikan dan kondisi kesehatan mereka ketika dewasa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa bekerja memberikan dampak yang buruk terhadap capaian pendidikan anak. Anak yang bekerja memiliki capaian pendidikan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak bekerja. Penelitian juga menemukan bahwa anak bekerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi kesehatan anak ketika dewasa. Anak bekerja juga tidak memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kesehatan melalui pendidikan. Esai ketiga mengkaji evaluasi dampak program transfer tunai tanpa syarat yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) terhadap alokasi waktu anak bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program transfer tunai berpotensi mengurangi pekerja anak khususnya pekerja anak pada rumah tangga miskin di pedesaan. Disertasi ini membahas pekerja anak di Indonesia secara keseluruhan dengan menjawab faktor-faktor dterminan dan konsekuensi anak bekerja serta alternatif kebijakan untuk mengurangi pekerja anak. Kekuasaan ibu ditemukan mengurangi pekerja anak. Keseimbangan antara ibu dan ayah menempatkan pekerja anak pada titik terendah. Keberadaan pekerja anak harus dijaga serendah mungkin karena membawa konsekuensi buruk bagi sumber daya manusia. Upaya yang dilakukan adalah memberikan suntikan dana ke rumah tangga dalam bentuk program transfer tunai. Penghasilan tambahan yang diberikan ke rumah tangga mempengaruhi kekuasaan individu di rumah tangga sehingga program tersebut dapat dialokasikan kepada individu yang memiliki dampak terbesar pada pekerja anak, seperti ibu.
This dissertation consists of three essays on child labor in Indonesia. The first essay focused on the study of the role of mother in the household power against the decision of children to work. Research question to be answered is whether the power of the mother affects the child's decision to work, considering the cultural aspects in Indonesia. The results showed that the power of the mother in the household was instrumental to the decision of children to work. The results also showed that the necessary balance of power between the father and mother in the household to lose and keep the child labor low. The second essay analyzes the consequences of children working on the outcomes of education and their health conditions as adults. The results of the study indicate that working have a negative effect on the educational attainment of children. Children who work have lower educational attainment than children who do not work. The study also found that working does not have a significant impact on the health condition of children as adults. It does not have indirect influence either on health through education. The third essay examines the impact evaluation of unconditional cash transfer program, Bantuan Langsung Tunai (BLT) and Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) against time allocation children to work. The results showed that the cash transfer program potentially reduces child labor, especially in the rural area The dissertation addresses child labor in Indonesia as a whole by answering the determinants and consequences of working children and policy alternatives to reduce child labor. Maternal power is found to reduce child labor. The balance between mother and father places child labor at its lowest point. The existence of child labor should be kept as low as possible because it brings bad consequences for human resources. Efforts are made to give an injection of funds to households in the form of cash transfer program. The additional income provided to the household affects the power of the individual in the household so that the program can be allocated to the individual who has the greatest impact on child labor such as mother.
Kata Kunci : pekerja anak, determinan,konsekuensi, evaluasi kebijakan