Laporkan Masalah

PENENTUAN KRITERIA PENILAIAN VENDOR UNIT LOAD DEVICE (ULD) DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

LEXTRO KRISTIANO CON, Henry Yuliando MM. M.Agr., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Maskapai yang melayani jasa kargo memerlukan manajemen distribusi kargo yang baik. Perusahaan harus dapat menjamin keutuhan barang, ketepatan waktu pengiriman barang, pemeliharaan serta efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan proses bisnisnya. Salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan itu ialah dengan penggunaan Unit Load Device (ULD) dalam suatu pesawat wide body. Sehubungan dengan semakin bertambahnya frekuensi penerbangan dan pesawat wide body GA dari tahun ke tahun maka mengakibatkan bertambahnya kebutuhan ULD yang harus tersedia untuk mengangkut bagasi dan pengiriman cargo. Oleh karena itu, dibutuhkan procurement baru untuk menambah jumlah ketersediaan ULD guna mencukupi kebutuhan ULD untuk operasional di seluruh branch office. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas procurement ULD, perusahaan seharusnya melakukan evaluasi terhadap kinerja para vendor pemasok ULD secara rutin. Hasil evaluasi juga berguna bagi vendor ULD untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya sehingga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlangsung dalam jangka panjang. Evaluasi kinerja vendor dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam untuk menentukan vendor ULD yang tepat untuk diajak bekerja sama di masa depan. Penelitian ini dilakukan pada PT. Garuda Indonesia yang rutin melakukan pembelian ULD kepada vendor untuk kelancaran operasional pesawat wide body. Evaluasi vendor pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui peringkat kinerja dari vendor ULD dari PT. Garuda Indonesia. Ada tiga kriteria yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja vendor yaitu kualitas, delivery, dan service. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode Analytic Hierarchy Process diketahui jika vendor ULD Nordisk memiliki kinerja paling baik dengan bobot penilaian 0,428. Kriteria kualitas menjadi kriteria paling utama untuk menilai kinerja vendor dengan bobot penilaian 0,525.

Every airline that provice cargo service need good cargo distribution management. Company has to guarantee cargo are not damaged, precise delivery time, maintenance, also effective and efficient business process. One of vital component to achieve these goals are usage of Unit Load Device (ULD) in wide body aircraft. Because of ever increasing flight frequency and number of wide body aircraft in every year so resulting in increase of ULD demand that need to be provided to uplift baggage and cargo. Because of it, company need new procurement to add more ULD in order to fulfill ULD needs in all of branch office. To increase ULD procurement quality, company has to evaluate vendor performance routinely. Evaluation result are also useful for vendor to maintain and increase performance so collaboration can be maintained in the long run. Vendor evaluation also can be taken into consideration for company to decide which vendor to collaborate in the future. This research is done in PT. Garuda Indonesia that routinely procure more ULD to vendor for wide body aircraft operation. Vendor evaluation in this research is using Analytic Hierarchy Process method. The purpose of this research is to understand performance rank of ULD vendor in PT. Garuda Indonesia. There are three criteria to evaluate vendor performance which is quality, delivery, and service. Based on data analysis using Analytic Hierarchy Process method resulted that ULD vendor Nordisk has the best performance with weighted assessment of 0,428. Quality criteria are the most important criteria with weighted assessment of 0,525.

Kata Kunci : Analytic Hierarchy Process, kinerja vendor, evaluasi vendor, Unit Load Device (ULD)