KONSELING VASEKTOMI OLEH KADER INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN DI KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN
ANIK HARYANTI, Prof. Nunung Prajarto, M.A., Ph. D; Ir. F. Trisakti Haryadi, M. Si., Ph. D
2017 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan membangun hubungan antara kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) di Kecamatan Kalasan dengan akseptor vasektomi, dan menjelaskan pendekatan konseling rasional-emotif oleh kader IMP di Kecamatan Kalasan dalam melakukan konseling vasektomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive sebanyak 4 orang informan utama, dan 13 orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dalam melaksanakan konseling antara lain adalah kesulitan kader IMP dalam menjelaskan tentang proses operasi dalam vasektomi, masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui tentang vasektomi, serta kesulitan untuk mengajak akseptor vasektomi untuk menjadi motivator atau sekedar berbagi pengalaman setelah vasektomi. Tujuan dari penerapan konseling rasional-emotif oleh kader IMP di Kecamatan Kalasan adalah untuk memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan akseptor vasektomi yang tidak logis menjadi pandangan yang rasional dan logis, serta untuk menghilangkan gangguan-gangguan emosional seperti rasa takut, rasa cemas, dan rasa was-was. Kata Kunci: Konseling; Vasektomi; Kader Institusi Masyarakat Pedesaan
This research aims to describe the stages of establishing relationships between the cadres of Rural Community Institution (RCI) in Kalasan District with vasectomy acceptors, and explaining the rational-emotive counceling approach by RCI cadres in Kalasan District in conducting vasectomy counceling. This research used qualitative-descriptive research method with case study approach. The informants were chosen purposively for 4 main informants, and 13 were supporting informants. The research showed that constraints in implementing counceling include the difficulty of RCI cadres in explaining about the process of operation in vasectomy, still many people who do not know about vasectomy, and difficulty to invite vasectomy acceptors to become motivator or just share experience after vasectomy. The purpose of applying rational-emotive counceling by RCI cadres in Kalasan District was to improve and change attitudes, perceptions, ways of thinking, illogical beliefs and views of vasectomy acceptor into a rational and logical view, and to eliminate emotional disturbances such as fear, anxious, and worried.
Kata Kunci : Keyword: counceling, vasectom, cadres of Rural Community Institution (RCI)