KELANGSUNGAN HIDUP BAYI BERAT LAHIR RENDAH PADA MASA NEONATUS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI DI KABUPATEN MAGELANG
CHRISNAETY SILABAN, dr. Retno Sutomo, Sp.A (K), PhD.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: BBLR yang lahir di Jawa Tengah tahun 2014 adalah sebesar 3,9% per kelahiran hidup. Proporsi kematian neonatal di Kabupaten Magelang sejak tahun 2011-2015 disebabkan oleh BBLR sebesar 34,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelangsungan hidup BBLR pada masa neonatal dan faktor yang berkontribusi terhadap kelangsungan hidup BBLR tersebut. Metode: Penelitian kohort retrospektif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui catatan di laporan kohort ibu dan anak serta dokumen autopsi verbal kematian neonatus dengan BBLR selama tahun 2016 di 29 puskesmas, yang meliputi: tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, status ibu pekerja, usia ibu, jarak kelahiran, usia kehamilan, jenis kelamin bayi, berat lahir bayi, dan paritas Hasil: jumlah kematian BBLR sebanyak 76 bayi dari total kelahiran hidup BBLR sebanyak 754 bayi.Faktor yang memilikihubungan yang signifikan adalah berat badan lahir kurang dari 1500 gram (HR: 4,1 CI 2,45-6,86; p=0,000), usia kehamilan: kurang dari 37 minggu (HR: 3,6 CI:1,95-6,64; p=0,000) dan lebih dari 42 minggu (HR: 6,38 CI:1,45-28,16; p=0,000), jenis kelamin Laki-laki (HR: 2,34 CI: 1,41-3,88; p=0,000) dan usia ibu berisko yaitu kurang dari 19 tahun dan lebih dari 35 tahun (HR: 1,98 CI: 1,26-3.14; p=0,001). Kesimpulan: Berat badan lahir, usia kehamilan, jenis kelamin dan usia ibu merupakan faktor yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelangsungan hidup pada masa neonatus. Disarankan untuk meningkatkan pengawasan dan penatalaksanaan pelayanan untuk penanganan BBLR di puskesmas dan rumah sakit, serta peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya perawatan selama kehamilan dan perawatan BBLR
Background: LBW born in Central Java in 2014 is 3.9% per live birth. The proportion of neonatal deaths in Magelang District from 2011 to 2015 was caused by LBW at 34.6%. This study aims to assess the survival of LBW in neonatal period and the factors that contribute to the survival of LBW. Methods: Retrospective cohort studies using secondary data obtained through notes in maternal and child cohort reports and verbal autopsy document of neonatal deaths with LBW during 2016 at 29 puskesmas, which include: father's educational level, maternal education level, worker's mother status, age Mother, birth spacing, gestational age, baby's gender, infant birth weight, and parity Outcome: LBW death count is 76 babies from total live birth of LBW of 754 babies. Factors that had significant associations were birth weight less than 1500 grams (HR: 4.1 CI 2.45-6,86; p = 0,000), gestational age: less than 37 weeks (HR: 3.6 CI: 1 , 95-6,64, p = 0,000) and more than 42 weeks (HR: 6,38 CI: 1,45-28,16; p = 0,000), sex Male (HR: 2,34 CI: 1,41-3,88; p = 0,000) and the mother's age was less than 19 years old and over 35 years old (HR: 1.98 CI: 1.26-3.14; p = 0.001). Conclusion: Birth weight, gestational age, gender and maternal age are factors that have a significant relationship to survival in the neonateIt is recommended to improve the supervision and management of services for the handling of LBW in health centers and hospitals, as well as the increase of public knowledge about the importance of care during pregnancy and the care of LBW
Kata Kunci : BBLR, Kelangsungan Hidup, Neonatus, s: LBW, Survival, Neonates