Laporkan Masalah

Hubungan Kehamilan Tidak Direncanakan Dengan Kunjungan Pertama Antenatal Care (K1)

SAFITRI PUTRI C, dr. Detty Siti Nurdiati, MPH, SpOG(K), Ph.D; Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K), Ph.D

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang:Kunjungan pertama ANC yang tepat waktu dapat mendeteksi komplikasi selama kehamilan lebih awal seperti: pendarahan, diabetes, dan penyakit menular lainnya. Propinsi Papua merupakan 3 (tiga) propinsi terendah cakupan ANC K1 yaitu sebesar 56,02% dan Kota Jayapura cakupan ANC K1 sebesar 51,49%. Tujuan: Mengetahui hubungan kehamilan tidak direncanakan dengan kunjungan pertama antenatal care (K1) dan mengekplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kunjungan pertama antenatal care . Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan model urutan pembuktian (sequential explanatory) pada tahap awal dilakukan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional selanjutnya dilakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam (indepth interview). Hasil: Dari hasil analisis didapatkan bahwa kehamilan tidak direncanakan mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan pertama antenatal care (AOR 3,43 95% CI 1,41-8,34) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kunjungan pertama antenatal care dan variabel luar yang meliputi: setelah umur, tingkat pendidikan, dukungan pasangan/suami, media massa, jarak kehamilan dan paritas. Hasil wawancara menemukan bahwa alasan lain ibu melakukan kunjungan pertama antenatal yang terlambat antara lain: rendahnya kesadaran untuk melakukan antenatal care yang tepat waktu, kesibukan karena pekerjaan dan kurangnya pengetahuan tentang manfaat antenatal care. Kesimpulan: Pentingnya promosi kesehatan keluarga berencana agar wanita reproduksi dapat mengatur dan merencanakan kehamilannya.

Background: The first timely antenatal care can detect complications during early pregnancy such as hemorrhage, anemia, diabetic, and other infectious diseases. The province of Papua is the three lowest antenatal care K1 coverage areas of 56,02% and Jayapura city has antenatal care K1 coverage of 51,49%. Objectives: To determine the relationship of uplanned pregnancy with the first visit of antenatal care and exploring other factors affecting the first visit of antenatal care. Method: the research using mixed methods with sequential explanatory model in the stage 1 is done quantitative approach by cross sectional research design then stage 2 qualitatitive approach with indepth interview. Result: Results from the analysis it was found that unplanned pregnancy has a significant relationship with the first visit of antenatal care (AOR 3,43 95% CI 1,41-8,34) after control age, education level, the support of a partner/spouse, media massa, gestational interval and paritas. Interview results of other factors the first visit of antenatal care delayed is low awareness to do antenatal care timely, too busy and lack of knowledge benefit from antenatal care. Conclusion: The importance of family planning counseling to reproductive women can manage and plan their pregnancies.

Kata Kunci : Kehamilan tidak direncanakan, kunjungan pertama antenatal care (K1)

  1. S2-2017-388219-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388219-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388219-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388219-title.pdf