IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT 2006-2010 PT ADARO INDONESIA DI KABUPATEN TABALONG
NOR HIDAYAH, S.SOS., Dr.Agus Heruanto Hadna,M.Si;Mulyadi Sumarto,M.P.P.,Ph.D
2017 | Tesis | S2 STUDI KEBIJAKANImplementasi rencana strategis program community development (CD) PT. Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong bertujuan agar program pemberdayaan yang selama ini dilaksanakan menjadi lebih terarah, tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat bagi komunitas lokal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan faktor yang mempengaruhi dalam implementasi yang dijalankan PT. Adaro Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabalong dan Masyarakat sipil dengan mengacu pada teori implementasi George C Edward III, serta teori kemitraan stakeholders yang lebih mengarah pada konsep harmonis dan bersinergis. Teori ini selain mengakomondasi bentuk kemitraan sebagai dukungan dalam pengelolaan program CD, juga membahas faktor dominan yang berpotensi menjadi kendala implementasi program CD meliputi aspek Pemahaman terhadap renstra, Sumberdaya (SDM, Anggaran, Sarana prasarana), Komunikasi (Koordinasi, partisipasi), Disposisi, Struktur Organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan menggali fenomena yang ada dilapangan dan menggali lebih dalam peristiwa sosial melalui dua teknik pengumpulan data, yaitu melalui wawancara mendalam (indepth- interview) dengan beberapa key informan kompeten dan penelusuran dokumen yang ada relevansinya dengan penelitian. Data bersifat deskriptif menekankan pada proses, analisis data bersifat induktif, persepsi atau pandangan informan sebagai salah satu referensi yang benar Hasil penelitian menunjukkan, implementasi program CD PT. Adaro Indonesia tidak dapat berjalan sesuai renstra, dalam implementasinya berkaitan kemitraan steakholders tidak terjalin secara setara. Community development yang dijalankan tidak sesuai dengan konsep dan prinsip pengelolaan program community development seperti yang diteorikan oleh para pakar serta masih menemui beberapa kendala yang disebabkan oleh (1).Sumberdaya, Kesiapan SDM dan mental pengelolaan secara profesional belum tumbuh maksimal (2).Komunikasi, Koordinasi belum berjalan baik, disisilain masih terbatasnya jumlah aparat yang memahami konsep community development melalui kemitraan CSR (3).Disposisi, transformasi nilai perilaku dimasyarakat belum berjalan baik, terbatasnya jumlah implementor ditingkat masyarakat yang paham dan mampu jadi pioneer dalam melaksanakan kegiatan (4).Struktur Organisasi, belum berfungsi maksimal dalam upaya menstransformasi visi misi program community development yang sesuai dengan renstra di masyarakat, disilain rendahnya tingkat pemahaman masyarakat lokal sehingga dalam pelaksanaan program mengalami berbagai kendala sejak dari perencanaan dimasyarakat yang menyebabkan partisipasi masyarakat belum tergali maksimal. Dalam pelaksanaan renstra program CD, model kemitraan CSR yang dijalankan bersifat semu atau Pseudo partnership dan tidak terjadi keseimbangan kemampuan/kekuatan yang mengakibatkan hubungan kemitraan tidak dalam satu garis atau tidak setara. Berdasarkan fakta tersebut, maka disarankan kepada PT Adaro Indonesia dalam penyelenggaraan program CD yang akan datang hendaknya mengacu pada renstra yang telah dirumuskan bersama melalui koordinasi yang melibatkan semua unsur stakeholders mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Kelurahan/Desa, tokoh masyarakat, LSM dan Ulama. dengan demikian secara otomatis dapat meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam pemberdayaan masyarakat secara mandiri sehingga apa yang dicita-citakan PT. Adaro Indonesia sebagai Corporate citizenship dapat tercapai untuk dapat tumbuh berkembang bersama masyarakat
Implementation of strategic plan community development program (CD) of PT . Adaro Indonesia in Tabalong intended that the empowerment program which had been implemented into a more focused, effective and benefited to the local community . The main objective of this study is to reveal the factor depend in the implementation of the program run by PT . Adaro Indonesia, the Tabalong Government and civil society with reference to the theory of implementation George C Edward III, stakeholder partnerships that was more directed to the concept of harmony and synergy or resource-based partnership. This theoryaccomodates form partnerships as support in the management of the CD program as well as discusses the dominant factor that could potentially became constraints to the implementation of the partnership include aspects of resources(human resources,budget, accommodation), communication (coordination,participation), disposisition, and organization structure. . This study used a qualitative phenomenological approach to dig deeper social events through the two data collection techniques, ie through in-depth interviews ( indepth- interview) with some key informants competent and search relevant documents to the research. Descriptive data emphasized on process while data was analyzedinductively using perception or informants view as a true reference. The results showed implementation of the strategic plan, the program CD of PT . Adaro Indonesia not run well. The community development in accordance with the concepts and principles of management of community development programs as theorized by experts as well as it still having some problems caused by (1) resources, the lack of human resource in implementing the program including proffesional management has not grown up, (2) communication, coordination not run good, in the anotherside the limited number of personnel who understand the concept of community development through CSR partnership, (3) disposition, transformation value attitude in community not run good, the limited number of the implementor who understands and able to be a pioneer in implementing the program, (4) organization structure, not yet maximal to transformation vision and mision the program of community development as an strategic plan in the community, the low levels of community understanding that handicapped the implementation of the program starting from the initial stage of planning lead to the minimal participation of the community. The implementation strategic plan of community development, rule of partnership run on this sector is pseudo partnership while there was no balance. Based on this fact, it is suggested that the company should use the strategic planning formulated through coordination between stakeholders including the regency government, village government, community leader, NGO and religion leaders. Thus, it can automatically improve the local community participation in community development independently resulted to the goals of PT Adaro as corporate citizenship that grows with the community could be achieved.
Kata Kunci : Implementasi Renstra, Kemitraan, Community Development (CD), Corporate Citizenship