VARIASI LUKA BEKAS PAKAI PADA BELIUNG DARI SITUS KAMASSI, SULAWESI BARAT
EKO SETYO PRANOTO, Dr. Anggraeni, M.A.
2017 | Skripsi | S1 ARKEOLOGISitus Kamassi yang terletak di Kalumpang, Sulawesi Barat, merupakan salah satu situs penghasil beliung persegi di Indonesia. Berbagai penelitian sudah dilakukan di situs ini, baik oleh para peneliti Indonesia maupun luar Indonesia. Salah satu topik yang selama ini belum pernah dikaji adalah tentang variasi luka bekas pemakaian pada tajaman beliung batu yang ditemukan di Situs Kamassi dan kaitannya dengan penggunaannya pada masa Neolitik. Penelitian tentang beliung persegi banyak dilakukan tetapi hanya berfokus pada tipologi dan teknologi. Sementara itu, kajian tentang luka pada tajaman alat batu sebagai akibat penggunaan lebih banyak dilakukan terhadap alat-alat serpih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi luka pada tajaman beliung, untuk mengetahui fungsi beliung tersebut. Penelitian ini difokuskan pada hasil-hasil ekskavasi pada tahun 2008 di Situs Kamassi. Analisis terhadap beliung dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis di Laboratorium Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Analisis makroskopis juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi jenis luka pada tajaman beliung, sebagai akibat penggunaan atau akibat benturan setelah ditinggalkan oleh penggunanya. Hasil penelitian ini berupa informasi mengenai ukuran dan tipe-tipe luka pada tajaman beliung yang terdiri atas empat tipe, yaitu tipe luka berbentuk bulan sabit, cekungan landai, cekungan curam, dan cekungan-cekungan yang berdampingan. Alat yang memiliki jumlah tipe luka banyak dapat diasumsikan sebagai alat yang digunakan secara intensif dan multifungsi. Sebaliknya, luka yang jumlahnya sedikit kemungkinan disebabkan oleh penggunaan yang tidak intensif. Berdasarkan tipe lukanya, beliung dari Situs Kamassi diperkirakan digunakan untuk membaji, menyerut, memotong atau mengampak.
Kamassi Site which is located in Kalumpang, West Sulawesi, is one of the archaeological sites in Indonesia where pick adzes were found. Various researches have been done on this site, either by Indonesian or foreign researchers. One of the topics that has not been studied is the variation of the damage on the edge of the stone adzes from Kamassi Site and its relation to its usage in the Neolithic period. Research on stone adzes are mostly focuses on typology and technology. Edge damage or use-wear analysis are frequently conducted on flake tools. This study aims to determine the variation of damages on working edge of the adzes, to understand the function of the adzes. This study is focused on stone adzes yielded from archaeological excavation in 2008 at the Kamassi Site. The analysis is conducted macroscopic and microscopically in the Laboratory of Archaeology, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada. Macroscopic analysis is intended to identify edge damage, whether the results of usages or due to long periode of deposition. This research provides information about four types of edge damage, consisting of crescent-shaped, gently sloping hollows, steep hollows, and adjacent crescents. Large numbers of edge damages on an adzes may indicate a result of intensive usage and multifunction. On the contrary, less damage is likely due to the mild usage. Those adzes from Kamassi Site might have been used as wedging, planning, and chopping or adzing tools.
Kata Kunci : Neolitik, Situs Kamassi, beliung persegi, fungsi beliung./Neolithic, Kamassi Site, stone adze, adze functions.