PENGARUH INFUSA BIJI BUAH PINANG (Areca catechu) SEBAGAI ANTELMINTIK TERHADAP CACING Ascaridia galli PADA AYAM KAMPUNG SECARA IN VITRO, PROFIL PROTEIN (SDS-PAGE) DAN SCANNING ELECTRONE MICROSCOPE (SEM)
WIDA WAHIDAH M, Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo; Prof. drh. Kurniasih, M.VSc. Ph.D
2017 | Tesis | S2 Sain VeterinerAscariasis adalah infeksi parasit nematoda yang disebabkan oleh Ascaridia galli. Ascariasis menyebabkan kerugian ekonomi yang besar pada industri perunggasan dan telah terjadi resistensi pada berbagai antelmintik sintesis. Karena hal tersebut sehingga diperlukan penelitian obat alternatif untuk melawan Ascariasis. Salah satu obat herbal untuk terapi alternatif melawan Ascariasis adalah biji buah pinang (Areca catechu). Biji buah pinang memiliki kandungan tanin, alkaloid dan saponin. Dimana zat zat tersebut mempunyai efek antelmintik. Cacing Ascaridia galli dikumpulkan dari Rumah Pemotongan Ayam di Terban, Kota Yogyakarta untuk penelitian in vitro. Kelompok 1 dengan perlakuan infusa biji pinang 10%, Kelompok 2 dengan perlakuan infusa biji pinang 12,5%, Kelompok 3 perlakuan infusa biji pinang 15%, Kelompok 4 perlakuan infusa biji pinang 17,5%, Kelompok 5 perlakuan infusa biji pinang 20%, Kelompok 6 perlakuan infusa biji pinang 22,5%, Kelompok 7 perlakuan infusa biji pinang 25% dan sebagai kontrol negatif dengan NaCl 0,9%. Masing-masing kelompok berisi 10 ekor cacing Ascaridia galli. Kematian Ascaridia galli dicatat setiap satu jam sampai didapatkan kematian cacing 100%. Data kematian dari uji in vitro dianalisa dengan Metode Reed dan Muench. Untuk mengetahui profil protein Ascaridia galli dilakukan uji Sodium - Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS page), dan untuk mengetahui kerusakan permukaan tubuh Ascaridia galli dengan Scanning Elektrone Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam waktu 6 jam perlakuan dengan infusa biji pinang konsentrasi 10% tidak menimbulkan kematian sedangkan Ascaridia galli dengan infusa biji pinang konsentrasi 25% mengalami kematian seluruhnya. Dengan perhitungan Reed dan Muench didapatkan LC50 21,18%, pada uji SDS page didapatkan penurunan dan hilangnya protein cacing dengan infusa biji buah pinang konsentrasi 25% dan scanning electrone microscope terlihat pada bagian mulut, bibir dan tepi bibir mengalami kerusakan,tidak rata, erosi/robek pada kutikula dan bagian kloaka rusak pada Ascaridia galli yang diberi infusa biji buah pinang konsentrasi 25%. Infusa biji buah pinang konsentrasi 25% memiliki pengaruh yang potensial terhadap Ascaridia galli.
Ascariasis is nematode parasite infection caused by Ascaridia galli. Ascariasis caused high lost economic impact in poultry industry and A. galli resistance to synthetics anthelminthics therapy. That is the reason why, we needs to explored the alternative therapy against ascariasis. One of the herbal medicine alternative therapy against ascariasis is areca nut (Areca cathecu). Areca nut contains tannin, alkaloid and saponin. These content have pharmacological properties in athelheminthic activity. A. galli were collected from chicken slaughterhouse in Terban, Yogyakarta, and for in vitro study. Group group 1 treated with areca nut infusion 10%, group 2 treated with areca nut infusion 12,5%, group 3 treated with areca nut infusion 15%, group 4 treated with areca nut infusion 17,5%, group 5 treated with areca nut infusion 20%, group 6 treated with areca nut infusion 22,5%, group 7 treated with areca nut infusion 25% and as a negative control group (Nacl 0,9%). Each group contains 10 Ascaridia galli worms. The A. galli mortality were recorded every one hour until the death of the worms is 100%. Mortality data from in vitro assays were analyzed by the Reed and Muench Methods. To find out the protein profile of Ascaridia galli, Sodium - Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS page) was done and to know Ascaridia galli body surface damage by Scanning Elektrone Microscope (SEM). The results showed that within 6 hours treatment with areca nut infusion 10% did not cause death while Ascaridia galli with areca nut infusion 25% concentration of whole mortality. With the calculation of Reed and Muench obtained LC50 21,18%, in the SDS page obtained decrease and loss of worm protein with areca nut infusion 25% and scanning electrone microscope seen on the mouth, lip and lip edge damaged, uneven, erosion / tear on the cuticle and cloacal part damaged in Ascaridia galli infected with areca nut infusion 25%. The result of this study showed that all treatment group with areca nut infusion 25% has a potential effect against A. galli
Kata Kunci : Antelmintik , Ascaridia galli, Biji buah pinang, kematian, SDS page, SEM / areca nut, A. galli, anthelminthic, mortality, SDS page, SEM