Laporkan Masalah

Kolaborasi dalam Pembangunan Kebun Raya Baturraden Provinsi Jawa Tengah

ANITA DELINA, Prof.Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D. dan Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Kebun Raya Baturraden Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu bentuk konservasi keanekaragaman hayati secara ex-situ di dalam kawasan hutan. Berdasarkan otoritas produk hukum dan kebijakan tingkat nasional, pengelolaan Kebun Raya Baturraden diamanatkan untuk dilaksanakan secara kolaboratif. Kajian terkait pengelolaan kolaboratif kebun raya sangat penting dilakukan untuk menjamin berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan Kebun Raya Baturraden dari perspektif kolaboratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan telaah pustaka. Analisis isi dan analisis stakeholder dipilih sebagai metode untuk mempelajari dan merumuskan hubungan dan keterlibatan stakeholder dalam pembangunan kolaboratif kebun raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan Kebun Raya Baturraden telah berjalan cukup baik, dilihat dari terlaksananya semua elemen dalam tahap pembangunan kebun raya baik itu tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengelolaannya. Namun demikian, bila ditinjau dari perspektif kolaborasi sebagai keadaan dan proses yaitu peran kolaborasi (shared-resources) dari stakeholder ada yang tidak berlangsung secara terus-menerus sementara perjanjian kerjasama antar stakeholder terus berlangsung dan diperbaharui setiap lima tahun. Selain itu sistem kebijakan maupun produk hukum kebun raya masih ada yang tidak sinkron. Berdasarkan peta overlay kawasan Kebun Raya Baturraden terhadap peta kawasan rawan bencana Kabupaten Banyumas, diperoleh hasil bahwa kawasan Kebun Raya Baturraden masuk ke dalam hazard zone 1 dan 2 bencana vulkanik Gunung Slamet, yaitu berpotensi terlanda aliran lava, awan panas dan lahar hujan. Ancaman dampak ini tentunya akan mengancam keberlanjutan kebun raya yaitu hilangnya fungsi konservasi sebagai tempat koleksi tanaman pegunungan Jawa Tengah.

Baturraden Botanical Gardens of Central Java Province is one form of ex-situ biodiversity conservation in the forest area. Based on the national law and policy product authority, the management of Baturraden Botanical Garden is mandated to be implemented collaboratively. A review of collaborative management of botanical gardens is essential to ensure sustainability. This study aims to examine the management of Baturraden Botanical Gardens from a collaborative perspective. The method used in this research is qualitative method. Data collection is done by in-depth interview, observation and literature review. Content analysis and stakeholder analysis were selected as a method for studying and formulating stakeholder relationships and involvement in collaborative development of botanical gardens. The results showed that the development of Baturraden Botanical Garden has been quite good, seen from the implementation of all elements in the development stage of the botanical garden whether it is the planning, implementation and management stage. However, when viewed from the perspective of collaboration as a situation and process, the role of collaboration (shared-resources) of stakeholders is not continuous while inter-stakeholder cooperation agreements are continuing and renewed every five years. In addition, policy systems and law products of botanical gardens still exist that are out of sync. Based on the overlay map of Baturraden Botanical Garden area on the disaster prone area map of Banyumas Regency, it is found that Baturraden Botanical Gardens enter into the hazard zone 1 and 2 volcanic disaster of Mount Slamet, which is potentially affected by lava flow, hot cloud and rain lava. The threat of this impact will certainly threaten the sustainability of the botanical garden that is the loss of conservation functions as a place of collection of Central Java mountain crops.

Kata Kunci : Konservasi Ex-situ, Kebun Raya Baturraden, Perspektif Kolaboratif, Analisis Stakeholder / Ex-Situ Conservation, Baturraden Botanical Garden, A Collaborative Perspective, Stakeholder Analysis

  1. S2-2017-389094-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389094-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389094-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389094-title.pdf