Laporkan Masalah

EPIDEMIOLOGI RUBELLA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ASRIATI, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Rubella merupakan penyakit yang ringan bila diderita anak-anak, namun dapat menjadi penyakit serius bila diderita ibu hamil. Sebagai salah satu penyakit yang dapat dicegah diimunisasi, Rubella mengalami peningkatan kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiadaan vaksinasi menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus. Penelitian ini bertujuan melihat pola penyebaran kasus Rubella dan faktor yang mempengaruhinya. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi dengan desain penelitian kasus kontrol. Kasus adalah penderita positif Rubella yang tercatat dalam hasil surveilans campak pada bulan Oktober hingga Desember 2016. Kontrol adalah penderita negatif Rubella yang tercatat dalam hasil surveilans campak pada bulan yang sama. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan pengukuran. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian ini menemukan angka insiden Rubella meningkat sejak tahun 2014, peningkatan kasus terjadi di musim kemarau, 64,6% kasus Rubella berada di usia dibawah 15 tahun. Rubella menyebar ke wilayah yang berdekatan dengan wilayah dengan insiden tinggi. Meskipun lebih tinggi IR rubella, kejadian campak dan rubella terjadi di wilayah yang sama. Tinggal di wilayah padat penduduk berisiko 2,96 kali untuk menderita Rubella. Usia < 5 tahun merupakan faktor protektif terhadap kejadian Rubella. Terdapat pengelompokkan kasus di kecamatan Ngawen Gunung Kidul, Sentolo Kulonprogo, dan Cangkringan Sleman yang bermakna secara statitsik, meskipun sebagian besar pengelompokkan kasus yang terjadi tidak bermakna secara statistik menandakan belum adanya herd immunity. Kesimpulan: Oleh karena penyebaran kasus Rubella terjadi di semua kabupaten/kota di DIY, maka vaksinasi rubella perlu dilakukan untuk membentuk kekebalan komunitas dan mengurangi penyebaran kasus. Penyusunan strategi vaksinasi yang tepat juga perlu dilakukan untuk mengurangi kasus Rubella dan Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada usia rentan dan untuk membentuk kekebalan komunitas seperti melakukan dua dosis vaksinasi dan vaksinasi pada wanita usia subur. Penguatan dalam Cased Based Measles Surveillance (CBMS) dalam hal penyelidikan epidemiologi khususnya pada kasus rubella sebab informasi yang kurang lengkap dan responden tidak mengetahui telah terpapar rubella.

Background: Rubella is a mild disease when suffered by children, but can be a serious illness when suffered by pregnant women. As one of the diseases that can be prevented by immunization, Rubella has increased case in the Yogyakarta Special Region. In the absence of vaccination may be the caused of the increased cases. This study aimed to see the pattern of Rubella case spread and the factors that influence it. Method: With case control study approach, this study used 142 respondents and mapping in viewing pattern of case spread and case clustering. Statistical analysis performed using the Odds ratio (OR). Result: This study found Rubella's incidence rate (IR) increased since 2014, an increased cases occurring in the dry season, 64.6% of Rubella cases are under 15 years of age. Rubella spread from region with high IR to surrounding area. Although higher than IR measleas, incidence of measles and rubella occur in the same region. Living in densely populated areas has risk 2.96 times to suffer Rubella. There were groupings of cases in the sub-districts of Ngawen Gunung Kidul, Sentolo Kulonprogo, and Cangkringan Sleman which were statistically significant, although the majority of groupings of cases did not significantly statistically indicate the absence of herd immunity. Conclusion: Because Rubella case spread occurs in all regencies / cities in Yogyakarta, Rubella vaccination needs to be done to establish group immunity and reduce the spread of cases. Strengthening in Cased Based Measles Surveillance (CBMS) and epidemiologic investigation especially in Rubella case considering in this research many Rubella sufferers who do not have complete information and almost all respondents do not know has been exposed Rubella.

Kata Kunci : Epidemiologi, Rubella, Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. S2-2017-388070-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388070-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388070-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388070-title.pdf