Laporkan Masalah

STAGNASI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERBASIS KLASTER: Studi Pada Program KAJIGELEM Di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul

C. SINTA FITRIANI, Dr. Hempri Suyatnya, S.Sos.,M.Si.

2017 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Salah satu bentuk upaya optimalisasi program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) yakni dengan klasterisasi industri, tidak seluruhnya berjalan sukses, bahkan banyak kasus klaster industri di beberapa daerah menemui kegagalan. Strategi pengembangan program yang selama ini dijalankan pada kajigelem sejak terbentuk pada tahun 2007 hingga kini pada faktanya belum dapat dikatakan signifikan.Bahkan yang terjadi adalah stagnasi pada program yang bersangkutan. Perjalanan yang dapat dikatakan cukup panjang selama kurang lebih sepuluh tahun seharusnya menjadikan pengelolaan program Kajigelem dapat terlaksana dengan baik dan matang, namun realita yang terjadi justru sebaliknya. Pelaksanaan program kajigelem masih menemui berbagai macam permasalahan. Menjadi menarik bagi peneliti untuk mengetahui bagaimana dinamika yang terjadi pada program tersebut sehingga dapat diketahui aspek-aspek apa saja yang menghambat perkembangan Kajigelem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi.Penentuan informan dengan menggunakan purposive sampling. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu PEL pada program Kajigelem di Desa Bangunjiwo. Dalam menggali informasi berkenaan dengan isu yang diangkat dalam penelitian ini, informan yang dilibatkan adalah pihak-pihak pemerintahan baik dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, pihak dari dinas dan instansi terkait, anggota dan pengurus Kajigelem, serta masyarakat lokal (pengrajin) di kawasan Kajigelem. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukkan bahwa tahapan dalam pelaksanaan kajigelem tidak terlaksana secara matang, terlebih dalam hal sosialisasi program yang kurang massif sehingga banyak menimbulkan kekurangpahaman masyarakat akan adanya program Kajigelem. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa aspek-aspek yang mempengaruhi stagnasi perkembangan Kajigelem sejauh ini meliputi kurangnya perencanaan yang komprehensif, kentalnya nuansa politis, tidak adanya sinkronisasi dalam pelaksanaan program, kurangnya respon masyarakat, serta keterbatasan SDM pengurus.

Industrial cluster as one form of efforts to optimize the Local Economic Development (LED) program is not entirely succeed, even many cases of industrial clusters in some areas have failed. The program development strategy that has been implemented in Kajigelem since its establishment in 2007 until now, is in fact, has not been significantly develops. Instead, it experiences a stagnant condition. After all the long process which takes for about ten years should make the management of Kajigelem become well-organized and well-planned. However, the reality that happens is the opposite. In other words, the implementation of Kajigelem program still encountered some various problems.The researcher found it was interesting to know further about how the dynamics that occur in the program and what aspects that obstruct the development of Kajigelem. The method used in this research is qualitative method with case study approach. To obtain the data collection, the writer used in-depth interviews and observation. The determination of informants was by using purposive sampling. The unit of analysis in this research is LED on Kajigelem program in Bangunjiwo Village.In digging the informations related to the issue raised in this research, the researcher involved the local governmental representatives, the representatives of relevant governmental agencies, the members and administrators of Kajigelem, and the local communities (craftsmen) in Kajigelem area, as the informants of this research. Based on the results of this research, it is shown that the stages in the implementation of Kajigelem is not done well as it is expected, especially in the case of socialization of the program that is less massive, that cause people's lack of understanding of the Kajigelem program. The findings show that the aspects that are affecting Kajigelem's stagnation of development so far include the lack of comprehensive planning, political overtones, lack of synchronization in program implementation, lack of community response, and limited human resources of the board.

Kata Kunci : PEL, Klaster, Kajigelem ; LED, Cluster, Kajigelem

  1. S2-2017-388914-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388914-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388914-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388914-title.pdf