Fenomena Perceraian Perselingkuhan di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta
Dina Rahmawati, Tri Winarni Soenarto Putri
2016 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Perselingkuhan merupakan hubungan antara seseorang yang sudah menikah dengan orang lain yang bukan merupakan suami/istri yang sah. Hubungan tersebut dapat terbatas pada hubungan emosional yang sangat dekat atau juga melibatkan hubungan seksual.Dimana teori yang di gunakan adalah teori konflik yang mana teori konflik yang disebutkan oleh Pruitt ( 2004 ) mencakup tiga hal yaitu : konflik batin atau konflik tertutup yang terjadi dalam diri pelaku sebelum datangnya sebuah kesempatan setelah meniatkan berbuat selingkuh, hingga konflik terbuka setelah perilakunya diketahui oleh pasanganya maupun orang lain hingga masyarakat sekitar dan menimbulkan kontroversi dalam penyelesaiannya Metode penelitian yang penulis pergunakan adalah metode kualitatif yang penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misaknya, perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan dan lain lain secara holistic dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata – kata dan bahas, pada suatu konteks alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah Pengambilan sample dan tekhnik pemilihan informan dengan teknik purposive sampling ( sample bertujuan ) adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah empat orang terdiri dari dua laki laki dan dua perempuan merupakan penduduk yang berdomisili di Kelurahan Tahunan yang bercerai karena kasus perselingkuhan dengan berbagai macam profesi yang berbeda yang beda. Adapun alasan yang menjadikan peneliti memilih empat orang sampel saja dikarenakan peneliti mengalami kendala kendala dilapangan seperti informan yang tidak berdomisili di Kelurahan Tahunan, tidak bersedia di temui dengan alasan privacy serta berbagai macam kesibukan informan. Di Kelurahan Tahunan, yang bercerai karena perselingkuhan ada 26 pasang. Artinya ada sekitar 52 orang yang bercerai Dari 26 pasang tersebut karena peneliti mengalami kendala-kendala di lapangan seperti yang peneliti tulis diatas. Peneliti hanya mendapatkan sepuluh informan saja. Dari kesepuluh informan tersebut yang bersedia untuk di teliti dan di jadikan sampel dalam penelitian berjumlah empat orang saja yang terdiri dari dua laki laki dan dua perempuan. Pengumpulan data penulis menggunakan observasi,dokumentasi, dan wawncara mendalam yang mana observasi yang dimaksud adalah melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena yang akan dikaji. Sedangkan tekhnik analisis data dengan mereduksi data, tahap kedua data yang dikelompokkan selanjutnya disusun dalam bentuk narasi sehingga berbentuk infoormasi bermakna sesuai dengan permasalahan penelitian tahap ketiga pengambilan kesimpulan berdasarkan susunan narasi yang telah disusun. Sedangkan untuk keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan,triangulasi, pengamatan sejawat, kecukupan referensi, kajian,dan pengecekan kasus negatif anggota. Kata Kunci : Fenomena, Perceraian, Perselingkuhan
Kata Kunci : Perceraian - Yogyakarta