Korupsi sebagai Implikasi Lemahnya Klaim Risiko Negara:(Analisis Politik Pengetahuan di Sektor Migas)
David Thamrin Siadari, Purwo Santoso
2016 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)ABSTRAKSI Cara negara yang salah memaknai korupsi di sektor migas, mengakibatkan langkah yang ditempuh untuk menyelesaikan malasah ini kurang tepat. Korupsi di sektor migas cukup berbeda dengan korupsi kebanyakan, dikarenakan sektor ini sangat erat kaitan nya dengan risiko yang tinggi. Sehingga pentingnya pengetahuan untuk membuat klaim risiko terikait proses di industri migas. Tulisan ini hendak melihat lemahnya kapasitas pengetahuan yang dimiliki pemerintah menjadi kesempatan bagi kontraktor untuk melakukan korupsi. Untuk memperoleh jawaban dan bukti akan masalah ini, penulis memilih untuk menggunakan game theory sebagai alat analisis nya. Varian dari game theory yang digunakan adalah inpsection game , di bagian pembahasan teori ini berfungsi untuk mensimulasikan korupsi di sektor migas. Lebih lanjut, tulisan ini menggunakan studi literatur sebagai metode penelitiannya. Pilihan metode ini memungkinkan penulis untuk memperoleh data yang lebih komprehensif dan luas terkait industri migas. Temuan dari tulisan ini adalah korupsi di sektor migas sebagai implikasi dari lemahnya klaim risiko negara. Hal ini terjadi karena dukungan pengetahuan terhadap politik sangat terbatas. Bagi pemerintah mengembangkan pengetahuan sebagai alat kekuasaan bukan pilihan yang favorit, terbukti dari terpuruknya kapasitas pengetahuan yang dimililiki tiga lembaga yang fokus di sektor migas yaitu kementerian ESDM, SKK Migas dan Pertamina. Pada akhirnya, temuan ini kemudian menjadi justifikasi bahwa cara negara memahami dan menangani korupsi perlu diperbaharui. Kata kunci : korupsi, klaim risiko, knowledge based government, industri migas,inspection game
Kata Kunci : Korupsi