Laporkan Masalah

Keterlekatan Rentenir dan Pedagang di Pasar Kolombo

Michael Agstya Syailendra Dharmaputra, Muhammad Najib Azca

2016 | Skripsi | Sosiologi

Abstraksi Pasar Kolombo merupakan pasar tradisional dengan aktivitas rentenir yang masih aktif. Berbeda dengan pasar-pasar lainnya seperti Pasar Pakem, Pasar Kranggan, Pasar Gentan yang juga terdapat rentenir tetapi relative tersembunyi dan tidak semua orang tahu. Di Pasar Kolombo selain rentenirnya berjumlah banyak ( dengan total 60 orang ) selain itu juga lebih beragam daripada pasar tradisional lainnya. Jika kebanyakan pasar tradisional lain rentenir hanyalah orang Jawa, tetapi di Pasar Kolombo,selain rentenir jawa juga terdapat orang China dan Batak. Keberadaan rentenir di pasar tidak hanya diketahui oleh pedagang di pasar saja, tetapi juga para pembeli yang sering datang ke pasar Kolombo. Dalam mendekati para pedagang di pasar ,setiap rentenir memiliki cara tersendiri dalam melakukan pendekatan. Pendekatan kualitatif menggunakan etnografi dirasa tepat untuk melihat dan memahami kehidupan para rentenir dan hubungan yang terbentuk antara rentenir dan pedagang. Selain itu peneliti juga menggunakan teori keterlekatan Granovetter untuk mengethaui pola keterlekatan yang muncul antara rentenir dan pedagang. Tujuan dari penelitian ini adalah Secara langsung melihat hubungan yang terbentuk antara rentenir dan pedagang pasar, untuk menjelaskan pola keterlekatan yang terbentuk antara rentenir dan pedagang di pasar tradisional Kolombo dan melihat perubahan keterlekatan antara rentenir dan pedagang dulu dan sekarang. Hasil dari penelitian ini adalah keterlekatan yang dimana terdapat oversocialized dan undersocialized dapat dibagi menjadi 3 berdasarkan kuat lemahnya keterlekatan yang muncul. Oversocialized dalam konteks yang terjadi di Pasar Kolombo semakin kuat jika pedagang dan rentenir sudah kenal sejak lama dan memiliki ikatan yang kuat, sedang jika pedagang belum terlalu lama mengenal rentenir dan ikatan yang terbentuk masih lemah dan sebaliknya semakin lemah jika pedagang dan rentenir memiliki ikatan yang sangat lemah, karena interaksi hanya terjadi pada saat terjadi hubungan hutang-piutang saja. Undersocialized dalam konteks Pasar Kolombo semakin kuat jika pedagang dan rentenir sama-sama merasa mendapatkan keuntungan, sedang jika salah satu pihak lebih diuntungkan dari pihak satunya dan semakin lemah jika pedagang dan rentenir tidak terlalu mengutamakan keuntungan, tetapi lebih fokus pada relasi keduanya.

Kata Kunci : Rentenir; Hutang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.