Tingkat Kepatuhan Publik Pengendara Roda Dua di Kabupaten Sleman
Erlin Fietra Valentiana , Ambar Widaningrum
2016 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)INTISARI Volume kendaraan di Yogyakarta semakin meningkat setiap tahun. Dampak utama dari peningkatan volume kendaraan tersebut adalah kepadatan lau lintas yang berimbas timbulnya kemacetan yang dibarengi dengan peningkatan angka pelanggaran dan kecelakaan pada setiap tahunnya. Peningkatan volume kendaraan tertinggi terjadi di Kabupaten Sleman, begitu pula dengan angka pelanggaran dan kecelakan lalu lintasnya. Penelitian ini membatasi ruang lingkup sebatas pada lalu lintas kendaraan roda dua. Kendaraan roda dua mengalami peningkatan sekitar 85% setiap tahun dan mendominasi keadaan lalu lintas di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode mix method, selain untuk mengetahui tingkat peningkatan dan penurunan angka pelanggaran, juga untuk mengetahui gambaran umum mengenai keadaan lalu lintas khususnya kendaraan roda dua di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data diperoleh melaui kuesioner yang dibagikan kepada 30 responden dan wawancara kepada satlantas polres sleman serta observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan tingkat kepatuhan publik pengendara roda dua di Kabupaten Sleman masih rendah namun sudah ada inisiatif dari masyarakat untuk berbagi informasi lalu lintas secara mandiri. Terdapat 4 faktor utama pendorong kepatuhan publik antara lain sanksi hukum, kesadaran pengendara, lingkungan dan pengalaman pribadi pengendara. Kata kunci : kepatuhan publik, lalu lintas, pengendara roda dua, pelanggaran lalu lintas, kesadaran pengendara
Kata Kunci : Lalu Lintas