Komunitas Anoman Media Hibridisasi Kebudayaan
Iqbal Arjuna Ramadhana , Arie Sujito
2016 | Skripsi | SosiologiABSTRAKSI Komunitas ANOMAN, bukanlah komunitas wayang Jawa namun merupakan komunitas jejepangan yang memiliki keunikan tersendiri dari namanya, logo, visi, dan misinya yang membawa nilai-nilai kebudayaan Indonesia. Anggota di dalam komunitas ANOMAN lahir antara tahun 1990-2000, saat-saat dimana anime dan manga menjadi hiburan, tontonan bersama keluarga, dan pengisi waktu luang. Kesenangan akan budaya populer tersebut tetap bertahan sampai sekarang, dimana anime dan manga telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dari segi grafik, alur cerita, hingga genre. Menariknya, khusus dalam komunitas ANOMAN, para anggotanya melihat pentingnya identitas asli mereka sebagai orang Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya yang nyaris tenggelam. Latar belakang ini memunculkan misi komunitas untuk menggabungkan identitas asli mereka dengan sesuatu yang mereka geluti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana sejarah komunitas ANOMAN dan mengetahui latar belakang pembentukan dan apa saja jenis budaya campuran (hibrid) yang terjadi didalamnya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Observasi partisipatoris dilakukan selama kurang-lebih 1 tahun, wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa informan kunci yang mengetahui sejarah komunitas dan menjalani proses hibridisasi dalam komunitas, sedangkan studi pustaka meliputi pencarian data tambahan dari dokumendokumen komunitas dan grup virtual komunitas. Didapatkan bahwa komunitas ANOMAN adalah komunitas yang tumbuh dan berkembang dalam proses besar yang kita sebut sebagai “globalisasi” beserta suntikan budaya-budaya populer yang dibawanya. Anggota komunitas yang sudah bukan lagi anak-anak, ingin tetap menggeluti apa yang dibawa oleh globalisasi namun menyadari bahwa identitas merupakan sesuatu yang penting. Mereka kemudian mengambil jalan tengah untuk menyikapi persoalan globalisasi dan identitas, yaitu dengan cara membentuk budaya hibrid Indonesia-Jepang, di satu sisi mereka tetap mempertahankan identitas mereka sebagai orang Indonesia, di sisi lain mereka dapat menggeluti budaya populer yang mereka sukai (win-win solution). Hal ini dapat dilihat dalam beberapa aspek hiburan yang komunitas ANOMAN geluti seperti cosplay, manga, dan music perform.
Kata Kunci : Kebudayaan - Jepang