Laporkan Masalah

Pengajian Anak : Potret Perubahan Sosial di Kotagede

Rokhmat Fakhruddin, Suparjan

2015 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

ABSTRAKSI Pengajian anak dan TKA-TPA, kedua institusi tersebut bukan hal baru bagi masyarakat Kotagede, keduanya muncul dan berkembang di Kotagede. Secara nyata, keduanya mempunyai misi dan visi yang sama, strategi eksistensi yang serupa, bahkan keduanya muncul dari aktor yang sama pula. Hanya saja keduanya muncul dalam rentang waktu yang berbeda. Perbedaan lain terletak pada eksistensinya, fakta di lapangan menunjukkan adanya penurunan aktivitas pengajian anak Kotagede yang terbatas pada bulan Ramadhan saja akan tetapi sebaliknya, TKA-TPA tetap eksis tanpa harus menunggu momen bulan Ramadhan. Fakta di lapangan menunjukkan tiga asumsi dasar yaitu: 1) Dinamika sosial, 2) Konflik kepentingan dan 3) Revitalisasi. Untuk menjawab ketiga asumsi tersebut dikupas menggunakan teori perubahan sosial. hasilnya, penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan bentuk perubahan sosial yang terjadi di Kotagede melalui keberadaan fenomena Pengajian anak dan TKA-TPA di Kotagede. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah sebagai framing untuk melihat sebuah realita dan proses terjadinya sebuah peristiwa masa lampau. Terdapat 9 informan dalam penelitian ini yang terdiri dari para aktivis pengajian anak sekaligus para aktivis TKA-TPA. kesembilan informan tersebut ditentukan menggunakan metode purposive dan snowball sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Munculnya TKA-TPA dalam lingkungan pengajian anak di Kotagede merupakan sebuah bentuk dari revitalisasi lembaga pengajian anak. Revitalisasi ini berupa perubahan fundamental dalam proses regenerasi yang tadinya membentuk pola resiprositas umum (moralitas) kemudian bergeser menjadi pola resiprositas negatif (transaksional). Perubahan kelembagaan dan pola resiprositas tersebut secara tidak langsung berimplikasi pula pada bentuk hubungan sosial yang tadinya bersifat paguyuban mulai bergeser pada bentuik hubungan sosial yang bersifat patembayan. Keberadaan pengajian anak dan TKA-TPA tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Kotagede, keduanya masih sangat diperlukan di Kotagede, keduanya harus bersinergi dan butuh dorongan dari berbagai pihak. Keduanya tidak bisa hanya dimaknai sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan dini, namun lebih luas lagi sebagai wadah persemaian kader Islam yang akan membawa kotagede di masa yang akan datang. Kata kunci : Perubahan Sosial, Pengajian Anak, TKA-TPA, Resiprositas, Interaksi Sosial.

Kata Kunci : Perubahan Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.