Pemberdayaan Anggota Lansia Potensial dalam Program Budidaya Tanaman Sayuran di Kelompok Tani Rw 12, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
Beti Nur Hayati, Tri Winarni Soenarto Putri
2016 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Saat ini Indonesia mengalami perubahan struktur komposisi penduduk dari penduduk berstruktur muda ke tua. Hal tersebut ditunjukkan dengan data pada tahun 2000 populasi lansia di Indonesia hanya sebesar 7,6%, dan diperkirakan mencapai 22.3% di tahun 2050 (UN,2006). Menurut survey BPS di tahun 2014, daerah dengan jumlah prosentase lansia tinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 14,02% dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 19,5% di tahun 2030. Kondisi tersebut membawa permasalahan tersendiri bagi pemerintah jika tidak dikelola dengan baik karena lansia selalu identik dengan kondisi tidak berdaya dan mendapatkan stigma negatif dari masyarakat sebagai beban bagi keluarga. Namun stigma negatif lansia tersebut tidak sepenuhnya benar, karena masih banyak ditemukan lansia potensial di tengah masyarakat. Perlu dilakukan upaya penggalian potensi agar lansia dapat berdaya di hari tua. Salah satu pemberdayaan lansia adalah pada lansia potensial anggota kelompok tani RW 12, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta dengan program budidaya tanaman sayur. Menurut teori aktivitas, orang yang beranjak tua dengan baik akan mempertahankan sebanyak mungkin aktivitas dan berupaya mengganti peran yang hilang (Neugarten, Havinghurst, dan Tobin dalam Papalia, Olds, Feldman 2009:408). Para lansia akan merasa bahagia jika mereka terlibat di berbagai aktivitas, meskipun aktivitas tersebut bersifat sukarela. Hal tersebut terjadi karena kehilangan peran yang besar adalah faktor resiko terhadap penurunan kebahagiaan hidup dan kesehatan mental. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Informan diambil secara purposive sampling dan snowball sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lansia anggota kelompok tani RW 12, pengurus kelompok tani, pemerintah desa, petugas pertanian lapangan, dan masyarakat sekitar yang tidak tergabung kelompok tani. Analisis data yang digunakan adalah dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua lansia selalu menjadi beban bagi keluarga. Para lansia dapat diberdayakan menurut potensinya, seperti yang dilakukan oleh kelompok tani di RW 12, Rejowinagun, Kotagede, Yogyakarta yang memiliki potensi di bidang pertanian. Pemberdayaan lansia potensial anggota kelompok tani di RW 12 dilakukan dengan memberikan pelatihan penanaman sayuran dengan media polybag bagi lansia dengan metode yang mudah di terima oleh lansia sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan. Hasil dari penanaman tersebut tidak hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan tapi dikembangkan menjadi kegiatan agribisnis sehingga menambah penghasilan lansia. Berbagai kegiatan yang diikuti lansia di kelompok tani, membuat lansia menjadi aktif sehingga membawa dampak positif bagi psikis lansia karena mereka tidak disingkirkan dari kehidupan sosial serta merasa bahagia di hari tuanya. Kondisi tersebut sesuai dengan salah satu teori penuaan yaitu teori aktivitas. Para lansia anggota tani merasa kegiatan penanaman sayur di kelompok tani RW 12 menjadi alternatif pengisi masa tua agar tidak merasa kesepian dan penghilang stress. Semakin besar keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas di kelompok tani, maka akan merasa semakin puas dan bangga dengan kehidupannya karena mereka berprestasi di hari tua dan membawa dampak positif bagi lingkungannya. Kelompok tani di RW 12 juga mengalami dinamika naik dan turunnya semangat anggota, untuk itu diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antara kelompok tani, pemerintahan terkait agar pemberdayaan ini dapat berkelanjutan. Kata Kunci : Lansia, Pemberdayaan, Lansia potensial, Kelompok tan
Kata Kunci : Lansia