Imitasi Golden Chicken
Shinta Indri Pratiwi,
2015 | Skripsi | SosiologiINTISARI Globalisasi sampai saat ini terus berkembang. Tempat tidak lagi menunjukan batas, perpindahan manusia serta barang dari satu tempat ketempat lainya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Kebutuhan manusia saat ini menjadi semakin kompleks dan hal tersebut menuntut proses perpindahan barang yang cepat dan efisien. Begitu juga dengan makanan, saat ini makanan menjadi kebutuhan yang tidak terikat pada tempat dan batas. Makanan cepat saji merupakan salah satu contoh dimana pertukaran budaya dalam makanan telah menjamaah keberbagai belahan negara didunia. Makanan cepat saji merupakan fenomena global dimana rumah makan tersebut dapat ditemui hampir diseluruh negara ( Ritzer : 2002 ). Setiap negara memiliki respon yang unik dalam melihat rumah makan cepat saji, di Indonesia khususnya Yogyakarta merespon rumah makan cepat saji dengan tindakan imitasi. Pada kota Yogyakarta dapat ditemukan berbagai macam merek rumah makan cepat saji hasil imitasi yang diproduksi oleh masyarakat lokal. Penelitian ini melihat persepsi pengelola rumah makan cepat saji lokal, selain itu melihat proses imitasi dan karakteristik imitasi yang terjadi pada rumah makan cepat saji lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Penelitian dengan metode deskriptif menampikan data secara apa adanya, menggambaran secara tepat suatu keadaan dan berfokus pada masalah yang ada pada saat penelitian. Data-data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam kepada informan. Berbagai data sekunder juga dikumpulkan melaui dokumentasi serta media yang menunjang peneitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah makan cepat saji lokal mengimitasi rumah makan cepat saji dalam banyak aspek. Hal tersebut dapat dilihat pada kesamaan logo, produk, desain interior serta konsep pelayanan. Imitasi rumah makan cepat saji lokal terjadi disebabkan oleh banyak faktor antara lain: krisis moneter, pengalaman bekerja pada rumah makan cepat saji dan melihat peluang pasar masyarakat kelas menengah kebawah. Proses Imitasi berlangsung ketika pendiri Goden Chicken bekerja pada Texas Chicken. Keadaan krisis pada thaun 1997 memaksa pendiri Goden Chicken untuk mengimitasi rumah makan cepat saji dan menciptakan kembali dalam skala lokal. Imitasi yang diakukan oleh Golden Chicken meliputi produk, logo, maskot, desain interior. Imitasi yang dilakukan menjukan bahwa kehadiran golden chicken memunculkan sebuah ketergantungan baru.
Kata Kunci : Hak Kekayaan Intelektual ; Merk Dagang