Kemandirian Rumah Singgah Anak Jalanan (Studi tentang Rumah Singgah Girlan Nusantara dalam Penanganan Masalah Sosial Anak di Yogyakarta)
Muhammad Asmadi, Mulyadi
2015 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Rumah singgah dipandang sebagai salah satu stakeholder yang mampu berperan mengatasi masalah anak jalanan. Keberadaannya menjadi penting karena permasalahan anak jalanan saat ini masih belum selesai. Realitanya banyak rumah singgah menutup lembaganya karena tidak mampu menghidupi lembaga. Di sisi lain, fungsi-fungsi rumah singgah berperan dalam menangani masalah sosial anak. Fungsi rumah singgah tersebut dapat berjalan efektif, jika rumah singgah didukung oleh lembaga yang mandiri. Maka dari itu, diperlukan rumah singgah yang secara lembaga memiliki kemandirian dalam menyelesaikan masalah anak jalanan. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep dan teori seperti masalah sosial anak, LSM, kemandirian organisasi, fundraising, dan pengembangan kapasitas organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Rumah Singgah Girlan Nusantara yang beralamat di Jalan Prambanan-Piyungan Nomor 06 RT/RW 04/07 Ledoksari, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Unit analisis penelitian ini adalah Rumah Singgah Girlan Nusantara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Mewujudkan kemandirian rumah singgah itu tidaklah mudah. Rumah singgah dalam perjalanannya mendapatkan berbagai tantangan dan masalah. Tantangan dan masalah yang dihadapi misalnya keterbatasan dana, keterbatasan jumlah sumber daya manusia, minimnya kapasitas sumber daya manusia, dan manajemen lembaga yang kurang baik. Pengurus Rumah Singgah Girlan Nusantara melakukan upaya penyelesaian masalah tersebut, juga sekaligus sebagai upaya mendapatkan predikat lembaga mandiri. Pencarian dana (fundraising) dan pengembangan kapasitas organisasi adalah upaya yang dilakukan pengurus untuk mewujudkan kemandirian lembaga. Namun, kegiatan fundraising yang terus menerus dilakukan berdampak ketergantungan lembaga pada pihak donatur. Kata kunci: kemandirian lembaga, fundraising, pengembangan kapasitas organisasi, fungsi rumah singgah anak jalanan
Kata Kunci : Kemandirian