Laporkan Masalah

Pembelajaran Anak Sanggar Lare Mentes Dan Kesenian Musik Perkusi

Raffaela Maria Debrina P, Purwanto

2015 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Anak-anak merupakan aset penting bagi bangsa. Tidak hanya kecerdasan yang diharapkan tapi juga kreativitas, keterampilan, penguasaan teknologi dan akhlak mulia. Pendidikan untuk anak-anak dirasa sangat penting dalam menunjang pola pikir maupun perkembangan pertumbuhan anak. Pertimbangan bagi pendidikan anak-anak sama dengan mempersiapkan generasi yang akan datang. Pada tahun 2006 pasca terjadinya gempa jogya ada kegiatan pendidikan alternatif melalui pembelajaran kesenian yang dilakukan di Desa Towangsan, Pundung, Klaten. Kegiatan pembelajaran tersebut dikelola oleh Sanggar Lare Mentes. Salah satu pembelajaran yang unik dan menarik yang dilakukan sanggar adalah kesenian musik perkusi. Musik perkusi merupakan bentuk dasar dari segala musik yang bisa dimainkan anak-anak dari semua kalangan tanpa batasan usia. Selain itu, musik perkusi paling dekat bersentuhan dengan anak karena perkusi dasarnya adalah bunyi, bukan nada. Musik juga merupakan inspirasi bagi anak-anak, menjadikan anak lebih berani berkreasi dan inovatif dalam banyak hal. Keberadaan Sanggar Lare Mentes memotivasi orang tua untuk mengikutsertakan anaknya dan partisipasi orang tua dalam kegiatanya. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya pendidikan alternatif melalui kesenian musik perkusi ini. Jadi penting pula untuk mengetahui pola pembelajaran yang ada di Sanggar Lare Mentes. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Lare Mentes, RT13/RW06 Dukuh Pundung, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Analisis data yang dilakukan penulis dengan cara reduktif, dimana peneliti memformulasikan teori pembelajaran kontruktivisme Vygotsky dan teori partisipasi sosial George&Achilles. Konsep teori ini menekankan Sanggar Lare Mentes lebih memperhatikan proses daripada hasil. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kesenian musik perkusi di Sanggar Lare Mentes baik bagi perkembangan anak-anak. Dalam hal ini anak-anak diajarkan pengenalan mengenai cara memainkan alat musik tertentu, dengan lebih dulu mengenal notasi nada, mengenal sejarah perkusi, memainkan alat yang menghasilkan bunyi, belajar menyelaraskan secara berkelompok, dan menciptakan karya-karya. Dengan adanya program pembelajaran ini, anak-anak tumbuh menjadi anak yang berani mengekspresikan diri, lebih percaya diri, kritis, dan lebih kreatif. Perubahan yang terjadi di masyarakat adalah penerimaan warga termasuk orang tua anak yang dari awal sangatlah positif dan mendukung, mempermudah segala kelancaran kegiatan sanggar baik di dalam maupun di luar sanggar. Perangkat desa selalu mendukung dan juga diperbantukan dengan adanya potensi-potensi muda berbakat yang dapat berpartisipasi dalam pengembangan desanya. Kata Kunci : Pembelajaran, Musik Perkusi, Sanggar Lare Mentes

Kata Kunci : Pembelajaran. Musik Perkusi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.