Penguatan Kapasitas Organisasi Publik:(Studi kasus Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta
Siti Robiah , Ratnawati
2015 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Intisari Fokus kajian ini tentang penguatan kapasitas organisasi publik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta. BPBD Kota Yogyakarta sendiri terbentuk pada tahun 2013 diusianya yang masih muda tentu masalah kinerja masih menjadi masalah yang utama untuk itu penguatan kapasitas menjadi penting untuk dilakukan. Wilayah Indonesia berada di zona ring of fire artinya rawan sekali terhadap bencana begitupun Kota Yogyakarta yang tidak luput dari daerah rawan bencana baik bencana alam maupun akibat perbuatan manusia. Di wilayah Yogyakarta sendiri telah terjadi banyak bencana seperti Gunung Merapi meletus pada tahun 2006 dan 2010, gempa yang meluluhlantahkan Bantul pada tahun 2006, ditahun 2014 juga ada tanggap darurat akibat abu vulkanik gunung kelud. Tulisan ini akan membahas bagaimana upaya penguatan kapasitas yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta?. Teori yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan teori organisasi dan penguatan kapasitas. Organisasi sebagai kesatuan rasional dalam upaya mengejar tujuan. Penguatan kapasitas merupakan upaya yang dilakukan individu, organisasi maupun kelompok dalam meningkatkan kemampuan agar tujuan bisa tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, studi kasus dianggap tepat untuk melihat substansi dari sebuah permasalahan yang akan diteliti selain itu studi kasus digunakan untuk lebih memahami dan menjelaskan realita yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan BPBD Kota Yogyakarta telah melakukan upaya penguatan kapasitas dengan baik. Upaya penguatan kapasitas yang dilakukan BPBD meliputi upaya penguatan kapasitas individu, organisasi dan sistem. Upaya penguatan kapasitas individu dilakukan dengan rekruitmen, diklat dan pemberian motivasi kesemuanya telah dilakukan oleh BPBD dan kualitas individu mengalami perubahan namun tidak signifikan dan belum sesuai harapan masyarakat, Pada level individu untuk meningkatkan kompetensinya. Untuk penguatan kapasitas organisasi dilakukan dengan cara kepemimpinan yang tepat, pembuatan standart operational procedur (SOP), membuat manajemen bencana, serta membangun kemitraan pada level ini penguatan kapasitas telah berjalan dengan baik sehingga para pagawai mampu bekerjasama dan mengerti tata laksana. Upaya yang dilakukan BPBD dalam penguatan kapasitas sistem dilakukan dengan pendampingan dalam pembuatan peraturan daerah terkait kebencanaan melalui penyelarasan program dengan peraturan yang ada serta menerapkan tata tertib secara tegas namun upaya yang dilakukan ternyata tidak menjawab permasalahan yang ada. Beberapa upaya yang dilakukan oleh BPBD sudah cukup baik. Upaya penguatan kapasitas yang dilakukan oleh BPBD mencakup semua level baik individu, organisasi dan sistem. Penguatan kapasitas harus terus dilakukan untuk menjawab tantangan yang ada. Data dilapangan menunjukan keselarasan dengan teori yang berarti data ini mendukung atau memperkuat teori yang sudah ada. Kata kunci : Penguatan Kapasitas, Organisasi.
Kata Kunci : Organisasi