Laporkan Masalah

Budaya Organisasi dalam Organisasi Publik:(Studi kasus Budaya Religius Islam di SMA Negeri 1 Yogyakarta).

Agtiara Rooviuka Putri, H. Suharyanto

2015 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

INTISARI Budaya Organisasi dalam Organisasi Publik Studi Kasus : Budaya Religius Islam di SMA Negeri 1 Yogyakarta Praktek dominasi Islam telah terjadi di sekolah-sekolah umum negeri di Yogyakarta, salah satunya di SMA Negeri 1 Yogyakarta. Adanya larangan tidak tertulis untuk berboncengan dengan lawan jenis serta penampilan siswa siswi yang menutup aurot, seperti jilbab besar, memakai kaos lengan panjang dan celana panjang didalam seragam bagi siswa putri merupakan salah satu contoh sederhana. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dengan adanya dominasi tersebut menimbulkan pandangan negatif dan perlakuan yang berbeda terhadap siswa yang berbeda agama atau non Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna menelisik bagaimana praktek dominasi budaya sekolah religius di SMA Negeri 1 Yogyakarta membentuk pola pikir sehingga mempengaruhi perilaku siswa terhadap siswa yang beragama berbeda. Penelitian ini berfokus pada penerapan nilai Islam di kegiatan ekstrakurikuler siswa di sekolah. Dimulai dari proses masuknya nilai di SMA Negeri 1 Yogyakarta pada awal tahun 1990-an hingga kini dipegang kuat oleh siswa dan dampaknya terhadap siswa non Muslim pada kegiatan ekstrakurikuler. Metode studi kasus atau case study dipilih agar hasil penelitian yang dihasilkan dapat lebih rinci dan mendalam. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada pihak-pihak terkait dan dukungan data sekunder maupun literatur. Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk warganya melalui serangkaian kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satu kebijakan pendidikan adalah desentralisasi pendidikan. Desentralisasi pendidikan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada sekolah dalam mengurus penyelenggaraan pendidikan. Sehingga setiap sekolah memiliki prioritas yang berbeda tergantung dari visi misi dan merubah berbagai aspek di sekolah agar dapat mendukung pencapaian tersebut. Salah satu diantaranya adalah nilai yang dipegang yang terwujud dalam budaya organisasi di dalam organisasi publik. Kemudian budaya tersebut dijadikan pedoman bagi warga sekolah dalam bertindak berperilaku. Temuan di lapangan menunjukkan dominasi Islam berdampak pada pergerakan siswa non Muslim terhadap beberapa ekstrakurikuler di sekolah. Pertama, adanya dominasi Rohis (Rohani Islam) dan pertimbangan Islam dalam seluruh kegiatan atau aktivitas siswa di sekolah. Kedua, adanya pertimbangan agama untuk bergabung di OSIS. Sejak kuatnya nilai Islam di sana, siswa non Muslim tidak dapat menjadi anggota OSIS selain sekbid kerohanian. Ketiga, adanya syarat mampu membaca AL-Quran dalam proses seleksi kegiatan ekstrakurikuler. Praktek dominasi ini dapat di tekan dengan dibatasinya kegiatan alumni dengan kebijakan yang dibuat oleh sekolah maupun siswa. Serta kontrol pada kegiatan nyata disekolah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.

Kata Kunci : Organisasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.