Dinamika Pergeseran Orientasi Masyarakat Sipil dari Sosial Religius Mengarah ke Gaerakan Politik
Avyn Nur Hermizha , Krisdyatmiko
2015 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)ABSTRAKSI Dinamika Pergeseran Orientasi Masyarakat Sipil dari Sosial Religius Mengarah ke Gerakan Politik Avyn Nur Hermizha Pemilu tahun 2014 merupakan sebuah wadah bagi masyarakat di Indonesia untuk menyampaikan partisipasi secara politik guna memilih calon wakil rakyat yang nantinya akan menduduki kursi jabatan. Strategi calon legislatif untuk mendapatkan suara dilakukan melalui dukungan organisasi masyarakat sipil agar memudahkan dalam memobilisasi massa. Kondisi yang muncul tersebut akhirnya menyebabkan sikap tidak netral dari sebuah organisasi masyarakat sipil, sebab memunculkan rasa keperpihakan kepada salah satu aktor politik yang didukungnya. Ketika organisasi masyarakat sipil yang sebelumnya bergerak di luar bidang politik juga akhirnya akan bergeser untuk melakukan gerakan politik ketika mereka berada di lingkaran tersebut. Hal ini terjadi di organisasi masyarakat sipil Remaja Islam Negtos Sriwedari (RING’S) yang pada awalnya bergerak melakukan aktivitas sosial religius kemudian bergerak ke arah kegiatan politik. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan dinamika pergeseran orientasi masyarakat sipil dari sosial religius ke arah gerakan politik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak delapanbelas orang yakni satu calon legislatif yang didukung oleh RING’S, delapan pengurus RING’S dalam dua periode, Kepala Dusun Ngetos Wetan, Kepala Desa Sriwedari, satu orang perangkat desa, empat orang masyarakat dan dua orang pengurus Partai Amanat Nasional di Kabupaten Magelang. Wawancara dilakukan secara terbuka dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya pergeseran orientasi tersebut karena adanya peran dan pengaruh yang besar dari Anang Imamuddin terhadap RING’S. Selain itu, adanya bentuk rasa balas budi RING’S terhadap Anang Imamuddin juga memicu munculnya gerakan politik untuk mendukung aktor politik tersebut. Disamping itu juga tidak ada aturan jelas di dalam tubuh organisasi yang menyebabkan pergeseran tersebut mudah terjadi. Bentuk pergeseran orientasi ini terjadi karena sebelumnya RING’S hanya melakukan aktivitas sosial dan religius hingga akhirnya melakukan gerakan politik. Kondisi tersebut dikatakan bergeser karena pada akhirnya kegiatan yang sebelumnya telah berjalan tergeser karena adanya kegiatan politik hingga menimbulkan perpecahan diantara mereka. Dapat dikatakan bahwa sebenarnya RING’S belum siap untuk berada di jalur politik Kata kunci : Pergeseran orientasi, organisasi masyarakat sipil
Kata Kunci : Gerakan Politik