Laporkan Masalah

Merebut Ruang Publik Di Kota Bandung:(Studi tentang Graffiti sebagai Media Anak Muda di Tengah Krisis Ruang Publik Di Kota Bandung)

HAJRODION, Umar, Hasrul Hanif

2014 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

A. Graffiti Sebagai Media Anak Muda Kota Bandung Penelitian skripsi ini membuktikan bahwasanya public space mempunyai beragam fungsi dan dapat menjadi ruang representasi bagi berbagai komunitas. public space dapat digunakan oleh berbagai komunitas sebagai ruang representasi mereka dengan tujuan yang berbeda-beda yaitu sebagai media untuk memperindah ruang publik, sebagai media untuk membahas isu-isu politik dan sebagai media geng motor untuk menandai wilayah kekuasaan, eksistensi dan pertarungan geng motor. Terjadinya krisis ruang publik di Kota Bandung membuat anak muda Kota Bandung yang tergabung kedalam berbagai komunitas menjadikan ruang publik sebagai ruang representasi mereka dengan tujuan yang berbeda-beda. Mereka mencoret graffiti di ruang publik sebagai media untuk memperindah ruang publik, sebagai media untuk membahas isu-isu politik dan sebagai media geng motor untuk menandai wilayah kekuasaan, eksistensi dan pertarungan geng motor. Hasil temuan dilapangan memperlihatkan bagaimana anak muda Kota Bandung yang tergabung kedalam berbagai komunitas graffiti seni menjadikan ruang publik sebagai ruang representasi mereka. Mereka mencoret graffiti seni yang digunakan sebagai media untuk memperindah dan memberikan kesan bersih di banyak ruang publik Kota Bandung. Mereka menggantikan peran Negara untuk memperindah ruang publik yang dapat memberikan kenyamanan kepada para pengguna ruang publik seperti graffiti seni yang terdapat di tembok statsiun timur, graffiti seni di tembok kebun binatang Bandung dan ruang publik lainnya. Graffiti yang dicoret juga dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna ruang publik yaitu para pengguna jalan raya dan pengguna jalur pedestarian mereka dapat menjalankan berbagai aktifitasnya sambil melihat graffiti yang indah. Hal tersebut membuktikan kegagalan Negara didalam mengurus ruang publik, Negara tidak bisa memperindah ruang publik yang dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna ruang publik yang membuat anak muda Kota Bandung yang tergabung kedalam berbagai komunitas graffiti seni menggantikan peran Negara dengan mencoret graffiti sebagai media untuk memperindah ruang publik di Kota Bandung. Anak muda Kota Bandung yang tergabung kedalam berbagai komunitas graffiti politik menjadikan ruang publik sebagai ruang representasi mereka. Mereka mencoret graffiti di ruang publik sebagai media untuk membahas isu-isu politik dengan tulisan bernada kritik dan protes terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah Kota Bandung. Terdapat juga graffiti yang bernada protes terhadap isu-isu politik yang terjadi pada masa lampau seperti kasus pembunuhan Munir dan kasus pembunuhan Marsinah yang sampai saat ini tidak pernah ada kejelasan yang berarti pada setiap kasusnya. Terdapat juga graffiti yang mengkritik tentang korupsi dan kinerja aparatur Negara terutama korupsi dan kinerja anggota DPR yang sangat buruk. Graffiti yang dicoret di ruang publik Kota Bandung tidak hanya dicoret bertuliskan ekspresi kritik dan protes terhadap isu-isu politik yang terjadi di ranah lokal dan di ranah pusat tetapi mengkritik dan memprotes isu-isu politik yang terjadi di luar negeri terutama isu agresi militer Israel di Palestina. Anak muda Kota Bandung yang tergabung kedalam berbagai komunitas geng motor menjadikan ruang publik sebagai ruang representasi mereka. Mereka mencoret graffiti di ruang publik sebagai media untuk menandai teritori, eksistensi dan pertarungan. Anggota geng motor

Kata Kunci : Ruang Publik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.