Pola Negosiasi Mantan Buruh Migran Perempuan dalam Keluarga
SARI, Septia Cornia, Desintha Dwi Asriani
2014 | Skripsi | SosiologiINTISARI Banyaknya perempuan di Desa Parang yang menjadi buruh migran perempuan yang bekerja di luar negeri menempatkan Desa Parang sebagai peringkat ketiga penghasil tenaga migran tertinggi di Kabupaten Magetan. Fenomena buruh migran di dalam lingkungan pedesaan menjadikan perempuan di pedesaan menjadi lebih bisa produktif dan bisa mandiri. Usaha perempuan untuk berproduksi tersebut dilakukan dengan berupaya melakukan kegiatan di ranah produktif di luar ranah domestik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Informan yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu informan utama dan informan tambahan. Informan utama adalah mantan buruh migran perempuan sebanyak 7 informan sedangkan informan tambahan adalah suami mantan buruh migran perempuan, keluarga luas, LSM, tokoh masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan data primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola negosiasi mantan buruh migran perempuan dalam peran produktif di dalam keluarga menghasilkan empat pola negosiasi. Pola tersebut meliputi memanfaatkan dukungan keluarga luas, mendayagunakan nilai feminitas, wacana tentang kepentingan anak, dan pendidikan sebagai modal negosiasi. Dalam setiap pola negosiasi yang dipilih dan digunakan ada hasil dan konsekuensi yang didapatkan, yaitu mantan buruh migran perempuan bisa berpendapatan kembali dan tidak bisa berpendapatan kembali. Informan yang berhasil melakukan pola negosiasi sebanyak tiga informan, sedangkan yang tidak berhasil sebanyak empat orang informan. Mantan buruh migran perempuan yang berhasil dalam pola negosiasi untuk kembali berpendapatan dalam keluarga dilakukan dengan pola negosiasi diantaranya adalah memanfaatkan dukungan keluarga luas,wacana tentang kepentingan anak, dan pendidikan sebagai modal negosiasi. Sedangkan negosiasi yang tidak berhasil menggunakan pola negosiasi yaitu memanfaatkan dukungan keluarga luas,mendayagunakan nilai feminitas dan wacana tentang kepentingan anak. Aspek yang menentukan berhasil atau tidaknya pola negosiasi yang dilakukan oleh mantan buruh migran perempuan juga tidak terlepas dari aspek pekerjaan suami dan kondisi anak dalam keluarga. Kata Kunci : Pola Negosiasi , Mantan Buruh Migran Perempuan, dan Keluarga.
Kata Kunci : Gender; Wanita Pekerja