Tingkat Kepercayaan Organisasional di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten BAntul:(The Level of Organizational Trust in Bantul District Civil Service Agency)
ATTAR, Niccolo, Puguh Prasetya Utomo
2013 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Intisari Tingkat Kepercayaan Organisasional di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantul Kemunculan penggunaan berbagai teknologi yang dianggap sebagai inovasi birokrasi seperti e-procurement, e-katalog, dan berbagai bentuk inovasi birokrasi berbasis teknologi lainnya disatu sisi membantu birokrasi menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien, namun disisi lain menyiratkan adanya ketidakpercayaan terhadap sumber daya manusia yang ada. Kepercayaan merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mengembangkan potensi ekonomi dan menjalankan pemerintahan. Kepercayaan sebagai modal sosial yang bisa menjadi sangat berharga terhadap daya saing strategis sebuah organisasi. Maka sangat disayangkan jika suatu organisasi malah menerapkan asas ketidakpercayaan. Kondisi distrust atau ketidakpercayaan dalam birokrasi sudah sejak lama terjadi. Bahkan Grey dan Garsten (2001) melihat birokrasi merupakan organisasi yang kurang melibatkan melibatkan trust sebagai norma penyelenggaraannya (jika tidak dapat dikatakan bahwa birokrasi dibangun atas ketidakpercayaan). Penelitian kepercayaan organisasional pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bantul yang merupakan salah satu organisasi birokrasi di daerah menjadi cukup relevan ditengah munculnya gejala-gejala distrust dalam birokrasi yang semakin menguat. Penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana melihat tingkat kepercayaan dalam sebuah organisasi birokrasi yaitu pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantul. Dimana BKD Kabupaten Bantul memiliki tugas sebagai pendukung atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang kepegawaian serta perumusan kebijakan teknis bidang kepegawaian. Sehingga kinerja BKD Kabupaten Bantul memiliki peran penting dalam membentuk birokrasi yang dapat dipercaya masyarakat. Pengukuran tingkat kepercayaan organisasional ini dilakukan melalui survai menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Shockley-Zalabak, dkk yang menggunakan lima dimensi yaitu 1) Kompetensi, 2) keterbukaan, 3) kepedulian, 4) keandalan dan 5) identifikasi. Kata Kunci : kepercayaan, kepercayaan organisasional, kompetensi, keterbukaan dan kejujuran, kepedulian, keandalan, identif
Kata Kunci : Pelayanan Publik