Laporkan Masalah

Jebakan Konsumerisme Suporter Fantasi

SUHANDI, Alfan , Derajat S. Wedhyarto

2014 | Skripsi | Sosiologi

Abstraksi Sepak bola tidak selalu soal keringat dan hasil pertandingan. Olahraga sebelas lawan sebelas adalah cermin hasrat dari setiap pelakunya, tetapi ekses terbesar tak pelak menimpa para penikmatnya. Memelototi layar televisi di setiap akhir pekan boleh jadi hanya merupakan bagian kecil dari ritual dukungan. Di level penggemar yang terpisah jarak antar benua seperti Indonesia, tayangan sepak bola Eropa sudah seperti candu. Kehadirannya wajib dinanti, skor akhirnya mendebarkan untuk ditunggu dan histeria massa yang dipercikkan selalu menarik perhatian khalayak umum. Tiga negara pengekspor tayangan sepak bola terpopuler di Indonesia adalah Inggris, Spanyol dan Italia. Negara yang disebut terakhir memiliki keunggulan tersendiri karena merasakan masa edar yang paling lama. Dampaknya bisa ditebak, jumlah fansnya membludak dan terbagi rata, mulai dari klub besar hingga klub miskin prestasi, punya basis pendukung di Tanah Air. Realitas ini yang menjadi awal ketertarikan penulis untuk menjadikan para “fans layar kaca” tersebut sebagai bahan kajian. Mereka menawarkan keunikan dibanding penggemar klub lokal. Kiblat mereka adalah tayangan telivisi, namun itu tidak mengurangi kadar mobilisasi massa yang mereka punya. Media sosial yang tengah booming menjadi penghubung di dunia maya dan aktivitas nonton bareng atau nobar rutin diadakan. Salah satu kelompok yang tengah naik daun di wilayah Yogyakarta adalah Juventus Club Indonesia. Penulis berkali-kali menyaksikan sendiri bagaimana virus fanatisme yang mereka sebar lewat beragam aktivitas kelompok ampuh menjaring ratusan simpatisan. Rasa kebersamaan sebagai sesama Juventini (fans Juventus) menjadi semacam kode etik dan alat promosi agenda atau produk. Lantas penulis merasa tertantang untuk menyisir wilayah personal segelintir anggota JCI Jogja tersebut. Tidak bermaksud untuk mendebat perasaan suka yang agaknya lebih pas masuk domain psikologi, namun lebih ke dampaknya ke kehidupan sosial fans yang bersangkutan. Gaya hidup yang terdorong oleh komunitas suporter klub asing ini kian menarik untuk ditelaah karena ada banyak rupiah yang berputar di setiap aktivitas, semua atas nama klub idola. Kata kunci : fantasi, konsumsi, nobar, gaya hidup

Kata Kunci : Gaya Hidup


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.