Koeksistenti antara Tradisionalitas dan Modernitas Perihal Ekonomi dan Budaya di Kota Surakarta
BASYARI, Iqbal, Hasrul Hanif
2013 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Abstraksi Institusi tradisional di Indonesia tidak pernah mendapatkan status yang jelas dalam pemerintahan. Meskipun sebelumnya institusi tradisional adalah bagian penting dalam pembentukan bangsa Indonesia, namun kini banyak institusi tradisional yang ditinggalkan. Indonesia lebih memilih institusi modern sebagai pemegang pemerintahan formal untuk menjalankan pemerintahan. Namun dalam beberapa dekade terakhir institusi tradisional kembali mulai menguat. Penguatan tersebut akhirnya harus bersinggungan dengan institusi modern yang kini banyak memegang posisi sebagai institusi formal dalam beberapa daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pola relasi antara institusi tradisional dengan institusi modern di Surakarta dalam urusan ekonomi dan budaya pada masa Walikota Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan konsep studi kasus dengan penelitian kualitatif. Ditengah banyaknya penelitian yang membahas tentang penguatan institusi tradisional, penelitian ini menjadi sebuah pandangan baru dalam melihat institusi tradisional ditengah dominasi institusi modern di Indonesia. Keraton Surakarta dan Pemkot Surakarta saling berjalan koeksisten. Namun relasi keduanya pada masa Walikota Joko Widodo terjadi beririsan dalam urusan ekonomi dan budaya. Relasi dalam konteks ekonomi memiliki pola kompetisi, seperti yang terjadi pada upaya pelabelan Benda cagar budaya Keraton Surakarta. Kemudian dalam konteks budaya tipe hubungannya adalah kompetisi dan komplementer. Kompetisi terjadi dalam perebutan otoritas budaya, sedangkan komplementer dalam hal fungsi budaya sebagai aset wisata. Disinilah menghubungkan kedua institusi ini menjadi penting, karena sampai sekarang hubungan antara institusi tradisional dengan institusi modern masih banyak bertipe kompetisi. Kalaupun ada hubungan yang berpola komplementer, hal itu karena institusi modern dan institusi tradisional masih membutuhkan kerjasama untuk meningkatkan keuangannya. Jika kedua logika institusi tersebut dalam disatukan, maka sinergi antara kedua institusi menjadi semakin kuat dan institusi tradisional mendapatkan kejelasan status di masa modern. (kata kunci: institusi tradisional, institusi modern, koeksisten, kompetisi, komplementer)
Kata Kunci : Otonomi Daerah; Pemerintah Daerah