Laporkan Masalah

Kapasitas PKL Galabo dalam Pengembangan Kawasan Wisata Kuliner di Surakarta

SARI, Kharisma Andhika, Sunyoto Usman

2014 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Penelitian ini diselenggarakan di wisata kuliner malam Gladag Langen Bogan (Galabo) yang terletak di sepanjang ruas Jalan M. Sunaryo, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Adapun aspek-aspek yang diteliti yaitu kararkteristik pedagang Galabo, variasi kapasitas personal, komunitas, dan sistem pedagang Galabo, serta implikasinya terhadap keberlangsungan pedagang di Galabo. Dengan tujuan untuk mengetahui respon pedagang Galabo dengan adanya perubahan orientasi dari PKL menjadi sebuah tujuan wisata kuliner, mengetahui kapasitas secara keseluruhan dari pedagang Galabo baik secara personal, komunitas, maupun sistem pengelolaan Galabo, serta mengetahui peluang serta kendala yang muncul sehingga dapat diketahui prospek Galabo di masa mendatang. Penelitian ini berpedoman pada jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data ini diperoleh melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 9 pedagang non brand berdasarkan lama usaha. Terdiri dari 5 pedagang yang sejak awal 2008 yang bergabung di Galabo dan 4 pedagang yang baru bergabung di Galabo pada tahun 2010. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahap yakni reduksi data (penyederhanaan data), penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dua karakteristik pedagang Galabo. yaitu pedagang brand/cabang dan pedagang non brand. Secara kapasitas, pedagang brand/cabang lebih memadai sehingga mampu bertahan di Galabo. Berbeda dengan pedagang non brand. Terdapat variasi kapasitas pedagang non brand baik secara personal meliputi lama usaha, ketrampilan dan modal, komunitas meliputi keterlibatan pedagang di dalam Paguyuban dan Koperasi Galabo, serta variasi sistem tentang kepatuhan pedagang terhadap peraturan yang ada. Variasi kapasitas personal terjadi ketika ada perbedaan mindset dengan pengelola yang menginginkan bahwa berjualan di Galabo bukan sebagai tujuan utama untuk kebutuhan hidup (promosi) menyebabkan mereka keluar masuk di Galabo. Adanya variasi kapasitas personal berimplikasi terhadap variasi kapasitas komunitas dan sistem yang ada. Dalam komunitas Paguyuban Galabo dan Koperasi Galabo, keterlibatan pedagang terkait erat denagn pemahaman subyektif mereka tentang seberapa keuntungan yang akan diperoleh jika mereka terlibat dalam institusi tersebut karena adanya ketimpangan akses, fasilitas, sarana dan prasarana. Sedangkan dalam sistem, pedagang yang lebih lama berjualan di Galabo lebih mampu untuk beradaptasi dengan sistem yang ada. Adanya variasi kapasitas personal, komunitas, serta sistem pada pedagang non brand di Galabo berimplikasi terhadap keberlangsungan usaha mereka. Semakin lama mereka berjualan di Galabo, kemampuan serta pengetahuan mereka juga ikut meningkat, yang berimbas pada keterlibatan mereka dalam komunitas dan lebih mudah beradaptasi dengan sistem yang ada sehingga membuat mereka lebih mampu bertahan di Galabo. Kata kunci: kapasitas, wisata kuliner, Galabo

Kata Kunci : Relokasi PKL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.