Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Paud Pasca Program Paud Batch I dan IIA di Kabupaten Kulon Progo

ARFIYANI, Nita, Ambar Teguh Sulistiyani

2014 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

INTISARI Bentuk perhatian pemerintah kepada kondisi anak usia dini di Indonesia adalah dengan adanya program PPAUD (Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini) yang berlangsung selama 3 tahun. Program PPAUD Batch I dan IIA berlangsung pada tahun 2009 hingga tahun 2011. Setelah program PPAUD berakhir, TPK (Tim Pengelola Kegiatan) yang menjalankan kegiatan PAUD diserahkan kepada masyarakat dan pengelolaannya ditanggung oleh masyarakat yang bersangkutan. Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD tersebut, dilakukan langkah penelitian dengan melihat kondisi yang dialami lembaga PAUD pasca program PPAUD. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian untuk memotret kondisi yang sesungguhnya di lapangan. Setelah dilakukan penelitian di tiga desa di Kabupaten Kulon Progo, yaitu Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih, dan Desa Kaliagung Kecamatan Sentolo diperoleh gambaran tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD di wilayah masing-masing. PAUD di Desa Hargorejo sudah membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun respon dari masyarakat atas kesempatan tersebut masih lemah, sehingga masyarakat masih pasif dalam menyampaikan aspirasinya. Komunikasinya masih berjalan satu arah, tidak ada sarana bagi masyarakat untuk melakukan timbal balik. Pada kondisi ini, PAUD di Desa Hargorejo termasuk pada tangga ketiga, yaitu pemberian informasi.Untuk Desa Sidomulyo, sudah terjalin komunikasi yang baik antara pengelola PAUD dan masyarakat. Masyarakat dapat dengan bebas menyampaikan aspirasinya kepada lembaga PAUD, namun ternyata hanya sebagian masyarakat saja yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Sehingga keputusan masih berada di tangan pengelola/pendidik PAUD. Pada kondisi ini, PAUD di Desa Sidomulyo termasuk pada tangga kelima, yaitu penentraman.Sedangkan untuk PAUD di Desa Kaliagung termasuk ke dalam tangga keempat, yaitu tahap konsultasi karena meskipun sudah tersedia penjaringan aspirasi dan masyarakat aktif memberikan pendapat, namun komunikasi masih bersifat satu arah sebab lembaga PAUD tidak menanggapi aspirasi masyarakat tersebut dengan baik. Masyarakat tidak mendapat jaminan bahwa aspirasinya akan dilaksanakan. Disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat di Desa Hargorejo, Sidomulyo, dan Kaliagung termasuk pada tingkat tokenisme, yaitu partisipasi masyarakat telah didengar dan berpendapat tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan jaminan bahwa pandangan mereka akan dipertimbangkan oleh pemegang keputusan, dalam taraf ini partisipasi masyarakat memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat.Dirumuskan beberapa saran oleh peneliti. Pengelola dan pendidik PAUD perlu melakukan metode komunikasi yang baru, lembaga PAUD perlu melakukan timbal balik (feed back) atas aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui pertemuan dengan masyarakat atau pengumuman tertulis. Masyarakat diikutsertakan sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan PAUD. Kata kunci : Pendidikan Anak Usia Dini, Partisipasi Masyarakat.

Kata Kunci : Pendidikan PAUD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.