Perubahan Sikap Cina terhadap Jepang di Era Hu Jinto Terkait Konflik Perebutan Kepulauan Diaoyu
BALQIS, Ratu Humairoh, Nur Rachmat Yuliantoro
2014 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalABSTRAKSI Sejak tahun 1970, konflik tentang perebutan Kepulauan Diaoyu telah berkembang menjadi salah satu masalah yang paling sulit dan sensitif dalam hubungan bilateral Cina dan Jepang serta juga telah menarik perhatian internasional. Konfik perebutan Kepulauan Diayou menjadi menarik bukan hanya karena kandungan minyak yang sangat besar yang diperkirakan berada di wilayah tersebut, namun juga dapat dikatakan sebagai „kendaraan‟ nasionalisme Cina dan Jepang, dimana kedua negara menaruh perhatian yang serius mengingat ia berkaitan erat dengan harga diri nasional mereka. Penulis melihat bahwa sepanjang perjalanan konflik perebutan kepulauan ini, baru pada masa pemerintahan Hu Jintao-lah Cina mulai menunjukkan sikap yang lebih tegas atau asertif pada Jepang. Untuk itu, penulis tertarik untuk menganalisis penyebab terjadinya perubahan sikap Cina ini dengan menggunakan kerangka konseptual mengenai penyebab keasertifan Cina dari Suisheng Zhao dan Minxin pei. Dengan menggunakan kerangka konseptual tersebut, penulis menganalisis bahwa setidaknya terdapat dua faktor penting yang menyebabkan perubahan sikap Cina yang lebih asertif terhadap Jepang di era Hu Jintao dalam konflik Diaoyu ini. Pertama, peningkatan kekuatan ekonomi Cina yang berdampak pada modernisasi militer Cina dan ketergantungan Jepang pada Cina. Hal ini telah meningkatkan kepercayaan diri para pemimpin Cina di masa pemerintahan Hu Jintao akan kemampuan mereka dalam menghadapi dan menekan Jepang agar mengikuti kemauan Cina. Kedua, sifat alamiah politik Cina dalam hal sistem pemerintahan yang otokratis dengan kekuasaan Partai Komunis Cina yang begitu besar dan nasionalisme masyarakat Cina yang begitu kuat. PKC berusaha memanfaatkan nasionalisme masyarakat Cina dalam konflik ini dengan bersikap asertif kepada Jepang dengan harapan tidak hanya untuk mendapatkan kepentingan ekonomi di Kepulauan Diaoyu, namun juga untuk menjaga kestabilan sosial politik dalam negeri sehingga kekuasaan PKC tidak terganggu.
Kata Kunci : Konflik