Laporkan Masalah

Pergulatan Politik Representasi Waria : Studi Kasus Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Senin - Kamis, Notoyudan Yogyakarta

HARAHAP, Afifah Aini Bahran, Ari Dwipayana

2014 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Fenomena waria merupakan fenomena yang tidak pernah luput dari sasaran peneliti dalam mencari hal unik dari sosok waria. Fenomena ini terus terjadi dan berkembang pesat terlebih di daerah Yogyakarta. Namun sangat di sayangkan jika kehadiran waria hingga saat ini belum bisa di terima di kalangan masyarakat dan pemerintah karena di anggap sangat bertentangan dengan aspek agama dan budaya yang melekat di dalam diri masyarakat. Melalui pro dan kontra yang hingga saat ini belum meredup, maka timbul sebuah pondok pesantren yang mewadahi setiap waria untuk berkumpul dan saling bahu membahu memberantas diskriminasi. Perjalanan panjang kelompok marginal ini akan dirangkai dengan menggunakan teori penerimaan sosial dan politik representasi. Penelitian ini menempatkan waria sebagai kelompok marginal yang mulai gerah dengan banyaknya tekanan yang mereka rasakan. Dengan adanya penelitian ini maka di harapkan bisa melihat aktifitas Pondok Pesantren waria serta gerakangerakan yang ada di dalam pondok pesantren tersebut. Dengan melihat fenomena baru mengenai waria yang saat ini muncul ke permukaan dengan pondok pesantrennya di harapkan dapat membuka pandangan baru dari masyarakat dan pemerintah dalam melihat waria yang tidak lagi sebagai bagian dari “sampah masyarakat”, selain itu penelitian ini juga. Dalam mengarahkan penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan fokusnya pondok pesantren waria yang pada pemaparan dan analisis datanya penulis menggunakan tekhnik wawancara dalam rangka untuk memperoleh kebenaran data. Hasil studi ini membuktikan bahwa kelompok marginal ini mampu mengeksistensikan kelompok mereka dengan diwadahi oleh pondok pesantren dengan strategi horizontal yang telah mereka susun dengan rapi. Strategi horizotal sebagai strategi dari representasi yang dilakukan oleh Ibu maryani dan temantemannya sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran mereka saat ini tidak lagi di pandang dengan citra negatif oleh masyarakat. Pada akhirnya, Pondok pesantren tersebut kemudian menjadi tongkat estafet bagi waria untuk keluar dari lingkaran marginal dan mewakili kesuksesan mereka dalam mengejar mimpi untuk bisa memperoleh penerimaan sosial.

Kata Kunci : Waria


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.