Konflik dan Survivalitas Gerakan Islam : (Telaah Tentang Gerakan Pelajar Islam Indonesia)
RIDHA, M, Susetiawan
2014 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Abstraksi Keberadaan gerakan Islam di Indonesia sebagai bagian dari Civil Society mempunyai pengaruh besar dalam perjalanan bangsa. Banyak peran sosial dan politik yang telah disumbangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Gerakan Islam memiliki ide dan cara pandang tersendiri dalam membangun negara. Tidak jarang ide dan cara pandangnya bertolak belakang dengan penguasa. Naik dan turunnya hubungan gerakan Islam di Indonesia dengan pemerintah perlu untuk ditelaah untuk menjaga keberlangsungan partisipasi publik dalam sebuah negara. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah satu dari sekian banyak gerakan Islam yang ada di Indonesia. Telaah yang saya lakukan bertujuan untuk menggali fungsi dari konflik gerakan Islam dengan penguasa terhadap perkembangan internal. Untuk itu, dalam penelitian ini telah dilakukan penelusuran identitas gerakan, sejarah singkat gerakan, dinamika konflik dengan penguasa, dan perkembangan internal organisasi. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini telah menjelaskan apa yang terjadi di dalam gerakan Islam pada saat-saat menghadapi konflik dengan pihak luar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini menghasilkan penjelasan deskriptif dengan interpretasi dari peneliti. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Dalam hal ini, objek penelitiannya adalah gerakan Pelajar Islam Indonesia (PII). Peneliti melakukan teknik observasi, wawancara, dan penelitian dokumen. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah para tokoh-tokoh gerakan PII yang terlibat sebagai pimpinan organisasi PII pada saat peristiwa-peristiwa konflik terjadi. Observasi saya lakukan di lokasi-lokasi dan kegiatan-kegiatan yang dipandang mampu memberikan data dan perspektif dalam memahami gerakan ini. Dokumen-dokumen organisasi yang saya teliti berkaitan dengan hasil-hasil keputusan organisasi, panduan-panduan kegiatan, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan gerakan PII. Penjelasan dalam penelitian ini memakai teori Lewis Coser. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa konflik PII dengan pihak luar, penguasa/pemerintah, memiliki fungsi terhadap dinamika internal organisasi. Penegasan garis konflik dengan penguasa mampu membangkitkan kesatuan internal organisasi. PII yang secara berkelanjutan melawan pemerintahan Soeharto mampu menggalang aliansi dengan berbagai organisasi lain. Pada saat kekuatan lawan sudah tak terbendung, PII mengalihkan daya gerakannya ke arah budaya. Peralihan ini memberi ruang munculnya kelompok baru di internal gerakan. Kader yang selama ini tidak berkontribusi maksimal dalam isu politik, mendapatkan kesempatan unjuk diri dalam gerakan budaya. Kader-kader yang berorientasi budaya ini akhirnya mampu menjadi sebuah kelompok tersendiri dalam gerakan PII. Perubahan sikap politik Soeharto yang mulai mengakomodir kekuatan Islam di akhir Orde Baru, mendorong munculnya friksi internal di PII. Terdapat tiga kelompok; 1. Mendukung formalisasi, 2. Menolak formalisasi, 3. Mendorong PII menjadi gerakan Haraqah. Kelompok pro formalisasi akhirnya menjadi dominan. Key words: Gerakan Islam, PII, Kualitatif, Orde Baru, Konflik, Penguasa, Internal, Coser
Kata Kunci : Gerakan ; Islam