Adopsi Petani Terhadap Pertanian Organik Dengan Metode System Of Rice Intensification :(Studi di Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Porworejo).
KURNIANINGRUM, Anita Rahayu, Suharman
2013 | Skripsi | SosiologiABSTRAKSI Saat ini, pertanian di Indonesia semakin berkembang dengan mulai dikembangkannya pertanian organik oleh petani. Perkembangan pertanian organik dapat dilihat dengan semakin luasnya areal lahan yang dikembangkan untuk pertanian organik. Pertanian organik juga semakin diminati karena kebutuhan pasar terhadap produk organik juga meningkat. Salah satu pertanian organik yang mulai dikembangkan di Indonesia adalah pertanian organik dengan Metode System of Rice Intensification. Sebagai sebuah inovasi baru pertanian, maka pertanian organik ini menimbulkan risiko karena berbeda dengan pertanian konvensional yang dikembangkan oleh petani sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana petani menerapkan pertanian organik dengan metode SRI sebagai sebuah inovasi yang mengandung risiko, serta alasan masih dikembangkannya pertanian organik dengan Metode SRI hingga saat ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian yaitu Desa Kebonsari, dipilih dikarenakan petani di desa ini sudah menerapkan pertanian dengan metode SRI dalam kurun waktu yang relatif lama. Selain itu, perkembangan pertanian organik dengan metode SRI yang dilaksanakan relatif lebih maju dibandingkan desa lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghindari risiko inovasi, petani mengembangkan beberapa perilaku, yaitu mengadopsi dengan perluasan lahan secara bertahap; masih mengembangkan pertanian selain SRI organik, yaitu pertanian konvensional dan juga jenis tanaman lain; mengadopsi terlambat dimana petani mengadopsi setelah beberapa teman petaninya mengadopsi; dan mengadopsi dengan menerapkan ide sebagian. Selain itu, hasil adopsi petani menunjukkan bahwa pertanian organik dengan metode SRI dapat memberikan keuntungan kepada petani, walaupun disisi lain juga memberikan kerugian. Petani menilai kerugian dapat diterima karena keuntungan yang dirasakan lebih banyak dan lebih bernilai bagi mereka. Selain itu, kerugian dapat diminimalisasi dengan kemampuan petani mengelola risiko. Dengan memperbandingkan keuntungan dan kerugian, serta pengelolaan risiko yang dilakukan, petani kemudian memutuskan untuk mengadopsi pertanian SRI organik pada musim tanam selanjutnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam mengadopsi pertanian SRI organik petani mengembangkan perilaku sebagai upaya meminimalisasi risiko. Selain itu, masih dikembangkannya pertanian organik dengan oleh petani dikarenakan hasil adopsi tersebut memberikan keuntungan, serta kerugian atau risiko yang dihadapi masih dapat diterima dan dikelola oleh petani Kata kunci: adopsi, petani, pertanian organik dengan Metode SRI, risiko
Kata Kunci : Tanaman Pangan