Laporkan Masalah

Modal Sosial dalam Pengembangan Industri Batik :(Studi Mengenai Industri Batik Dusun Sukorejo, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi).

SAHID, Qholb Ginanjar Hidayat Sahid, Hempri Suyatna

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

INTISARI Sejarah perekonomian Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sektor industri kecil. Hal ini lebih dikarenakan sektor ini menjadi katup penyelamat bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam membuka lapangan kerja dan menanggulangi kemiskinan. Tidak mengherankan apabila pemerintah akhir-akhir ini mendorong sektor industri kecil secara masif demi kemandirian pembangunan ekonomi. Pertimbangan mendasar hal ini ialah seluruh elemen, mulai dari pengusaha, tenaga kerja, hingga bahan untuk produk didominasi oleh cita rasa lokal. Adapun salah satu jenis industri kecil yang begitu kokoh menopang perekonomian Indonesia selama ini ialah industri kerajinan batik. Hal ini terlihat ketika banyak industri yang mulai terguncang akibat krisis pada Tahun 1998, industri batik masih dapat bertahan dari gilasan krisis hingga ganasnya globalisasi. Kondisi ini dapat dilihat secara nyata di Dusun Sukorejo. Daya tahan yang terbentuk harus diakui lebih dikarenakan tidak bergantungnya pada modal asing, selain itu keberfungsian modal sosial (social capital) juga menjadi faktor pendukung yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Modal sosial sendiri mencakup beberapa unsur yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Unsur-unsur modal sosial tersebut di antaranya: kepercayaan (trust), adanya perilaku jujur dan terpercaya dalam sebuah kelompok; jaringan (network), terbentuknya kerjasama atau tindakan yang saling membantu dalam kelompok; norma-norma (norms), ditinjau dari aturan yang dipatuhi sebuah kelompok; nilai agama, diaplikasikannya nilai-nilai agama dalam kehidupan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian di lapangan untuk memperoleh data primer melalui kegiatan wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada empat belas orang dengan rincian, 5 orang pengusaha batik Sukorejo, 6 orang pekerja yang bekerja dalam industri batik Sukorejo dan 3 orang dari pihak pemerintah. Dinamika modal sosial di industri batik Sukorejo terdapat 3 fase perkembangan, yakni pada masa awal dirintis Tahun 1980-an, masa krisis Tahun 1998 dan pasca krisis yaitu pada Tahun 2007 sampai saat ini Tahun 2013. Trust dan jaringan usaha batik baru mulai terbangun secara baik pada Tahun 1980-an, sedangkan norma yang berlaku dalam usaha batik sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat. Pada tahun 1998, kepercayaan cenderung melemah karena adanya krisis ekonomi yang membuat pengusaha batik cenderung hanya memikirkan faktor ekonomi usaha mereka saja demi kelangsungan hidup. Tahun 2007 sampai tahun 2013, kepercayaan dan jaringan usaha semain kuat karena adanya interaksi yang terjalin semakin kuat dan mitra usaha yang terus berkembang. Hal ini dibuktikan dengan omset usaha yang meningkat paska krisis. Kata kunci : Industri Kecil, Perkembangan Industri Batik, Modal Sosial

Kata Kunci : Modal Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.