Laporkan Masalah

Wayang Orang Sriwedari : Studi Figurasi Pemain Wayang Orang Sriwedari Merubah Kelembagaan Pertunjukan

PRAYUDA, Andi Getta, Suharman

2013 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Wayang orang Sriwedari di kota Surakarta merupakan wayang orang komersial tertua di Indonesia yang membuka pentasnya sejak tahun 1911. Seiring perkembangan zaman, wayang orang Sriwedari pernah mengalami puncak kejayaan, namun hal tersebut tidak dapat bertahan lama. Pada tahun 1970-an wayang orang Sriwedari mengalami kemunduran. Kemunduran tersebut disebabkan oleh faktot internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang dimaksud meliputi pertunjukan yang bersifat statis, keterlambatan alih generasi, tingkat pendidikan yang rendah, sistem produksi yang tidak professional serta sarana dan prasarana yang masih terlalu sederhana. Sedangkan faktor eksternal meliputi banyaknya media hiburan lain, heterogenitas masyarakat Surakarta yang semakin berkembang dan perkembangan wajah kota Surakarta yang cenderung urban. Dewasa ini meski masih eksis dan rutin menggelar pertunjukan setiap malam, namun kondisi wayang orang Sriwedari terbilang memprihatinkan. Minimnya konsumen pertunjukan selalu menjadi isu utama yang dihadapi wayang orang Sriwedari. Sebagai kesenian tradisional wayang orang Sriwedari telah tergerus oleh seni pertunjukan modern. Dari permasalahan diatas, maka dalam penelitian ini merumuskan bagaimana figurasi pemain wayang orang Sriwedari merubah kelembagaan untuk menarik konsumen pertunjukan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif untuk mengklarifikasi dan mengeksplorasikan fenomena sosial dengan mendeskripsikan sejumlah hal yang berkenaan dengan masalah di lapangan dan unit yang diteliti. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dengan 6 pemain sebagai informan penelitian. Pemain tersebut mencakup semua komponen yang berperan dalam suatu pertunjukan, diantaranya sutradara, dalang, pemain atau penari, pengrawit dan teknisi. Dari hasil penelitian, diperoleh beberapa figurasi pertunjukan wayang orang Sriwedari yang meliputi, (a) figurasi konsep pertunjukan, (b) figurasi lakon pertunjukan, (c) figurasi gerak tari pertunjukan, (d) figurasi tata rias dan tata busana, serta (e) figurasi karawitan (musik pengiring). Dari hasil diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalan kajian figurasi (Norbet Elias), figurasi pertunjukan wayang orang dulu dan sekarang merupakan bagian alami dari proses transformasi yang dipahami sebagai bagian dari perubahan sosial. Pada umumnya figurasi pertunjukan di masa lalu digunakan sebagai pijakan, sehingga berpengaruh terhadap figurasi pertunjukan saat ini dan kedepannya. Selanjutnya dalam segi processual, figurasi pertunjukan wayang orang Sriwedari ditandai dengan terus berubah secara dinamis, saling terkait sesuai kesepakatan kolektif yang melahirkan unit-unit sosial baru sebagai produk dari figurasi. Kata kunci : Wayang orang, Figurasi, Transformasi.

Kata Kunci : Wayang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.