Jaringan Sosial dalam Industri Kecil Kreatif :(Studi tentang Strategi Penguatan Usaha Industri Kerajinan Serat Alam KNIT CRAFT, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta).
KUSUMASTUTI, Irene Intan, Heru Nugroho
2013 | Skripsi | SosiologiABSTRAK Salah satu pengaruh dari globalisasi adalah adanya perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini semakin membuka peluang bagi kemunculan industri-industri untuk bersaing dalam dunia perekonomian. Perekonomian kini lebih banyak digerakkan oleh sektor industri kreatif. Dalam kondisi yang demikian, posisi industri kreatif yang tergolong ke dalam industri kecil menjadi semakin lemah terutama ketika dihadapkan oleh keberadaan industri lain, baik dari sisi finansial, pemasaran, sumber daya manusia, keterbatasan bahan baku, serta keterbatasan teknologi. Hal ini yang turut dihadapi oleh Knit Craft. Industri kecil kreatif tersebut membutuhkan strategi usaha agar dapat mempertahankan eksistensinya. Keberadaan modal sosial dalam bentuk jaringan sosial kemudian menjadi strategi Knit Craft dalam menguatkan usahanya. Penelitian ini merumuskan jaringan sosial Knit Craft dengan melihat hubungan kerja sama Knit Craft serta upaya yang dilakukan Knit Craft untuk mempertahankan kerja sama tersebut. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sentolo, Kulon Progo dengan melibatkan informan sebanyak 8 orang. Informan terdiri dari 3 orang pemilik Knit Craft, 1 orang penyedia bahan baku, 2 orang pegawai Knit Craft, 1 orang pelanggan, dan 1 orang dari pemerintahan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa modal sosial berperan penting dalam tumbuh kembang Knit Craft. Knit Craft mempertahankan diri dari persaingan usaha melalui kuatnya jaringan sosial yang telah dimiliki. Knit Craft membangun jaringan dengan pihak penyedia bahan baku, pegawai dan pelanggannya. Bagi pemilik Knit Craft, pihak-pihak tersebut memiliki peran signifikan dalam kegiatan Knit Craft, bahkan tanpa mereka Knit Craft tidak dapat berproduksi. Pemilik Knit Craft kemudian berupaya menjaga hubungan kerja sama dengan mengutamakan kenyamanan dan kepuasan pihak di atas, dengan cara mengutamakan kualitas produk, menjaga kepercayaan, menjaga ketepatan waktu produksi, dan mengutamakan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar industri. Jaringan sosial yang dibangun tersebut didasari adanya harapan untuk saling memperoleh keuntungan, dan diperkuat dengan rasa saling percaya dikedua belah pihak. Kata Kunci: persaingan usaha, industri kreatif, industri Knit Craft, jaringan sosial,
Kata Kunci : Industri Kecil; Produktivitas