Kontruksi Sosial, Religiusitas :(Studi tentang Religiusitas terhadap Jama'ah Maiyah di Yogyakarta).
RAHMAN, Barikur, Partini
2013 | Skripsi | SosiologiABSTRAK Religiusitas seringkali muncul dari usaha manusia memenuhi eksistensinya, ketika manusia berada dalam masa kekurangan eksistensi seperti kelangkaan, ketidakpastian dan ketidakmampuan. Ketika harapan tidak tercapai seseorang atau Jama’ah Maiyah cenderung mengalami frustasi, dan Maiyahan merupakan salah satu lembaga religiusitas yang dianggap paling mampu memberikan motivasi dan obat frustasi tersebut. Peristiwa tersebut dirasa menarik untuk diteliti, maka digalilah pertanyaan untuk menjawab permasalahan seperti; bagaimana konstruksi religiusitas dalam Maiyahan?; bagaimana Jama’ah Maiyah dari berbagai kategori sosial memaknai aktifitas Maiyahan?; dan bagaimana dinamika dan pengaruh religiusitas Maiyahan?. Dalam upaya menjawab permasalahan tersebut digunakanlah pisau analisis dari Berger, yaitu teori konstruksi realitas religiusitas. Dalam teori tersebut secara garis besar membahasa perihal proses dialektik internalisasi, objektifasi dan eksternalisasi; dilengkapi dengan konsep realitas subjektif dan realitas objektif. Data yang diperoleh diantaranya bahwa Maiyahan dimaknai oleh Jama’ah Maiyah dari berbagai kategori sosial tidak hanya sebagai aktifitas religiusitas, tetapi juga aktifitas epistemik, aktifitas hiburan, aktifitas sosial, dan aktifitas tokoh kharismatik Cak Nun. Perbedaan dan kekhasan pemaknaan Maiyahan tersebut diakibatkan oleh dinamika religiusitas masing-masing Jama’ah Maiyah. Dinamika religiusitas cenderung berbeda antar Jama’ah Maiyah dari berbagai kategori sosial. Seperti kategori dewasa dan wanita lebih cenderung memaknai Maiyahan sebagai aktifitas religius, kategori mahasiswa dan pemuda lebih cenderung memaknai Maiyahan sebagai aktifitas epistemik, kategori pekerja dan miskin lebih cenderung memakanai Maiyahan sebagai aktifitas religiusitas sekaligus aktifitas hiburan, dan seterusnya. Dari keseluruhan penelitian maka ditarik kesimpulan bahwa konstruksi realitas religiusitas terjadi secara berbeda diantara Jama’ah Maiyah antar kategori sosial. Tetapi keseluruhan membuktikan bahwa terjadi proses dialektika religiusitas mulai dari sosialisasi primer baik dari orang tua, pendidikan religiusitas, lingkungan religius, atau dari bacaan dan minat tertentu. Sedangkan Maiyahan cenderung menempati posisi sebagai sosialisasi sekunder. Seorang Jama’ah Maiyah tidak selalu telah mengalami sosialisasi primer dengan baik sebelum mengikuti Maiyahan. Tetapi Maiyahan mampu menjadi sumber religiusitas bagi seluruh Jama’ah Maiyah baik yang telah banyak mengerti religiusitas maupun yang sedikit. Maiyahan terbuka dan disenangi oleh kebanyakan Jama’ah Maiyah dari seluruh kategori sosial. Kata Kunci : Maiyahan, Jama’ah Maiyah dan Religiusitas
Kata Kunci : Islam; Dakwah