Relasi Manajemen dan Karyawan dalam Majalah Perusahaan :(Studi Isi Relasi Manajemen dan Karyawan PT.Pertamina di Rublik Suara Pekerja pada Tabloid Media Pertamina).
NUGROHO, Fakhmi Wasis Adi Nugroho, Widodo Agus Setianto
2013 | Skripsi | Ilmu KomunikasiA. KESIMPULAN Adanya tabloid Media Pertamina memang masih muda. Di tahun 2012, Media Pertamina baru berusia lima tahun. Walaupun demikian, eksistensi Media Pertamina ini tidak dapat terlepas dari perjalanan panjang kehidupan media internal Pertamina yang sudah berlangsung lama. Hal ini berarti bahwa Media Pertamina memiliki pengalaman yang cukup banyak, meskipun Media Pertamina masih berusia muda. Tabloid Media Pertamina media Internal di Pertamina sudah cukup baik dalam menyampaikan informasi kepada stakeholders dan para karyawan. Sayangnya, hasil penelitian justru menunjukan bahwa tabloid Media Pertamina masih belum mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Di satu sisi, tabloid Media Pertamina sebagai saluran komunikasi internal perusahaan, berusaha membangun komunikasi yang baik interstakeholders, baik relasi antar karyawan maupun relasi antara manajemen dengan karyawan. Tetapi tabloid Media 84 Pertamina belum mampu menjadi media yang dapat memantau komunikasi non manajemen dengan kontrol terbatas. Indikator keberhasilan tabloid Media Pertamina dalam membangun komunikasi yang baik dapat dilihat dari empat faktor. I. Tabloid Media Pertamina memiliki rubrikasi yang baik. Media Pertamina menyajikan berbagai rubrik yang memuat berbagai informasi dengan karakteristiknya masing-masing. Penyajian rubrikasi yang beragam ini bertujuan untuk menarik perhatian seluruh stakeholders internal, baik manajemen maupun karyawan sehingga stakeholders internal memiliki antusias untuk membacanya. Dengan demikian , tabloid Media Pertamina dapat memfasilitasi terciptanya human relationship yang baik interstakeholders internal Pertamina. II. Informasi yang diberikan oleh Media Pertamina memiliki karakteristik yang cukup beragam. Karakteristik yang beragam ini terhilat dari format penyajian maupun sumber yang digunakan untuk menyajikan informasi. Tujuan dengan beragamnya informasi untuk menghindari kebosanan para pembaca sehingga mereka selalu membaca dan menantikan kehadiran tabloid Media Pertamina edisi berikutnya. Hal ini membuat tabloid Media Pertamina dapat membantu terjalinnya human relationship yang baik di tingkat internal Pertamina. III. Media Pertamina menyajikan informasi bertema kekeluargaan. Meskipun tema ini masuk dalam lingkup manajemen, tema ini diperlukan untuk meningkatkan relasi antara manajemen dan karyawan. Berita tentang aktivitas kekeluargaan yang melibatkan partisipasi manajemen dan karyawan, seperti gathering di luar kantor Pertamina, dapat menunjukan bagaimana relasi yang terjadi antara manajemen dan 85 karyawan. Berdasarkan hubungan interpersonal yang dikemukakan oleh Wish dan Kaplan, pemuatan informasi ini menunjukan bagaimana relasi antara manajemen dan karyawan dapat bersifat terbuka,erat dan kooperatif. Penggunaan tema kekeluargaan dapat memberi informasi kepada karyawan yang tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut bahwa relasi yang terbentuk antara manajemen dan karyawan terlihat rukun. relasi manejemen dan karyawan seperti ini menyatukan persepsi stakeholders internal tentang usaha baik manajemen dalam menjaga keharmonisan relasi antar keduanya. Pada akhirnya, hal ini akan membantu terciptanya human relationship yang baik di seluruh lapisan Pertamina. IV. Tabloid Media Pertamina berusaha menyeimbangkan pola informasi yang terjadi di dalamnya. Tabloid Media Pertamina berusaha menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas komunikasi internal yang ada di Pertamina. Media Pertamina berusaha menyeimbangkan aliran informasi horizontal maupun aliran infomras vertikal yang mencakup downward dan upward. Apabila aliran komunikasi internal mengalami hambatan, Tabloid Media Pertamina berupaya memberikan stimulus untuk kembali melancarkan komunikasi internal ini, baik melalui rubrik suara pekerja maupun editorial yang berisik kritik dan saran yang membangun kearah hubungan yang lebih baik. Di sisi lain tabloid Media Pertamina belum mampu menjadi media yang dapat melihat berlangsungnya komunikasi nonmanajemen dengan kontrol terbatas. Ada tiga indikator yang memperlihatkan bagaimana tabloid Media Pertamina memang terlihat lebih mengedepankan manajemen. Indikator ini menunjukan bagaimana tabloid Media Pertamina memberi kesempatan kepada manajemen untuk 86 melakukan relasi dominasi terhadap karyawan dalam informasi yang disajikannya. Indikator pertama : -Penggunaan permasalahan manajemen sebagai permasalahan utama yang ada di tabloid Media Pertamina. Data penelitian menunjukan bahwa tim Media Pertamina menganggap bahwa permasalahan manajemen lebih utama dan menarik bagi para pembaca. Pengangkatan permasalahan manajemen jumlah banyak informasi dianggap akan memudahkan relasi yang berorientasi pada pekerjaan. Selain itu, permasalahan manajemen lebih diutamakan karena permasalahan ini sangat sesuai dengan visi dan misi serta tujuan dari penerbitan tabloid Media Pertamina. Indikator kedua : -Pemberian ruang untuk manajemen mendominasi halaman muka atau halaman pertama tabloid Media Pertamina, khusus headline. Dari data penelitian dapat dilihat bagaimana manajemen sangat mendominasi pada rubrik suara pekerja Media Pertamina. Manajemen hampir selalu disajikan sebagai subjek informasi yang ditampilkan di suara pekerja. Akibatnya , pola aliran informasi downward hampir selalu menghiasi suara pekerja. Hal ini menunjukan bagaimana tim Media Pertamina secara tidak langsung merepresentasikan adanya relasi dominasi antara manajemen dan karyawan Pertamina, yang dimana kontrol manajemen sangat kuat sebelum penerbitan tabloid media pertamina. Indikator ketiga -Penempatan manajemen sebagai pemilik kepentingan dari mayoritas informasi yang dimuat Media Pertamina. Hal ini merupakan konsekuensi dari dominannya permasalah manajemen dalam informasi yang disajikan tabloid Media Pertamina 87 sehingga terlihat data penelitian menujukan bagaimana informasi yang disajikan Media Pertamina diupayakan untuk meningkatkan kinerja karyawan yang berujung pada tercapainya visi dan misi perusahaan. Terjadi perebutan kepentingan terjadi di tabloid Media Pertamina. Sayang hal tersebut belum dapat dilakukan oleh Media Pertamina seutuhnya untuk menyeimbangkan kepentingan-kepentingan tadi. Informasi yang menyuarakan kepentingan karyawan, seperti realisasi perluasaan tempat kerja yang dapat meningkatkan kesejateraan karyawan, belum sebanding dengan jumlahnya informasi yang mengangkat kepentingan manajemen.
Kata Kunci : Relasi Manajemen