Laporkan Masalah

Berita Kewirausahaan dalam Majalah Mahasiswa

ADHYTAMA, Aiken Deva, Widodo Agus Setianto

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

ABSTRAKSI Framing merupakan aspek yang tidak dapat dilepaskan dari pemberitaan media. Melalui framing, media mengkonstruksi sebuah realitas baru dalam berita-beritanya. Berita tersebut menjadi “kacamata” bagi pembaca dalam memandang dan menyikapi realitas yang dirujuk. Dari berbagai macam realitas yang dibentuk oleh media, salah satunya adalah kewirausahaan. Di lingkup kehidupan mahasiswa, kewirausahaan merupakan bidang yang kerap dibicarakan, tak lain, karena menyangkut kehidupan mereka sendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Media mahasiswa menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk memahami bidang tersebut. Melalui framing, media menampilkan kewirausahaan sedemikian rupa sehingga muncul penggambaran tertentu mengenai kewirausahaan dalam benak pembaca (mahasiswa). Salah satu media mahasiswa yang melakukan pemberitaan terhadap kewirausahaan adalah Surat Kabar Mahasiswa Bulaksumur, melalui salah satu produknya, Telisik. Untuk melihat bagaimana framing tersebut dilakukan, penelitian ini melakukan analisis terhadap teks-teks berita Telisik terkait kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah analisis framing Gamson dan Modigliani. Framing dipandang sebagai sebuah kemasan berisi perangkat-perangkat yang merujuk pada gagasan tertentu sehingga menampilkan sebuah realitas tertentu pula dalam benak pembaca. Melalui metode tersebut, diketahui bahwa pembuat berita “membingkai” kewirausahaan sebagai bidang yang baik, didorong, dan dekat dengan pembaca. Framing dilakukan dengan menggunakan bahasa-bahasa tertentu (metafora, kosakata, leksikon, frase) untuk menampilkan kewirausahaan sebagai bidang yang baik. Untuk memperkuat bingkai, pembuat berita menggunakan contoh-contoh tertentu (contoh peristiwa dan datadata dari badan terkenal) sehingga realitas yang dibangun tampak nyata. Diketahui pula bahwa dalam membangun frame, pembuat berita menggunakan penalaran yang didasarkan pada rasionalitas, pemilihan narasumber yang kuat (pelaku, akademisi, dan pemerintah), serta penggunaan pembenar berupa kepercayaan masyarakat dan Undang- Undang.

Kata Kunci : Pers.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.