Modal Sosial dalam Pilkada :(Studi kasus Pengelolaan Modal Sosial Danar Rahmanto-Yuli Handoko pada Pemilihan Kepala Daerah 2010 di Kabupaten Wonogiri).
ARIFAH, Amalia Nur, Ratnawati
2013 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)ABSTRAKSI Dalam memenangkan Pilkada, pasangan kandidat membutuhkan modal seperti modal ekonomi, sosial dan politik. Seperti pasangan Danar Rahmanto dan Yuli Handoko yang dapat memenangkan Pilkada Kabupaten Wonogiri tahun 2010. Pasangan ini diangkat oleh koalisi partai yang tidak memiliki suara terlalu besar di Wonogiri, namun ternyata dapat memenangkan Pilkada karena memanfaatkan modal sosial yang dimilikinya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bentuk modal sosial dari pasangan Danar Rahmanto dan Yuli Handoko ddimanfaatkan, sehingga dapat mempengaruhi kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Wonogiri 2010. Modal sosial sendiri sebagai jaringan sosial yang terbentuk karena adanya simpati atau kepercayaan serta norma pertukaran yang menyebabkan terjalinnya kerjasama diantara pihak-pihak tersebut demi meujudkan tujuan bersama. Modal sosial sangat berkaitan erat dengan kepercayaan. Modal sosial juga berbicara tentang sejauh mana pasangan dapat menyakinkan masyarakat untuk memilihnya, oleh karena itu diperlukan cara untuk me ngelola modal sosial itu sehingga dapat bermanfaat untuk medapatkan kepercayaan masyarakat. Penelitian metode kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengambil fokus pada usaha Danar Rahmanto-Yuli Handoko dalam mengelola modal sosialnya. Pendekatan ini dapat membantu peneliti untuk melihat secara rinci tentang kegiatan yang dilakukan sejak awal sebagai usaha dalam memperbesar modal sosial yang dimiliki. Dari sini dapat dilihat pula modal sosial yang dimiliki kandidat hingga pengelolaan modal sosial seperti apa. Data diperoleh melaui wawancara dengan tim sukses dari partai politik pendukung beserta jaringannya, dan kelompok pendukung. Didukung pula dengan dokumendokumen seperti foto dan media massa yang merekam kegiatan kampanye pasangan Danar-Yuli. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh kandidat merupakan hasil dari Pilkada 2005 yang telah diikuti. Modal sosial yang telah dimiliki diperbesar dengan menambah kekuatan seperti menjalin kerjasama dengan organisasi jaringan. Ini dilakukan demi terbangunnya interaksi sosial yang terjadi antara kandidat dengan masyarakat secara langsung. Pendekatan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat yang dilakukan secara personal, media kampanye yang digunakan juga ringan dan mudah diterima, sehingga pasangan ini terasa dekat dengan masyarakat. Pada akhirnya penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial adalah modal yang murah karena tidak membutuhkan biaya, sekaligus mahal karena butuh pengorbanan berupa perjuangan yang keras dari kandidat sendiri serta seluruh tim pendukungnya untuk bisa memenangkan Pilkada.
Kata Kunci : Modal Sosial