Kontestasi Kuasa dalam Pengelolaan Parkir : (Studi tentang Manifestasi Persaingan Antara Negara Modern dengan Otoritas Tradisional dalam kasus Pengelolaan Parkir di Alun-alun Kidul Yogyakarta).
PUSPITASARI, Wuri, Abdul Gaffar Karim
2013 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Abstraksi Studi ini menyoroti salah satu manifestasi persaingan yang belum selesai antara negara modern dengan otoritas tradisional di Yogyakarta. Tarik-menarik antara format negara modern (yang dalam hal ini diwakili birokrasi formal pemerintah) dengan otoritas tradisional (yakni pihak Kraton Yogyakarta) meliputi banyak aspek, baik besar maupun kecil. Persaingan besar berlangsung secara terbuka dalam wujud tarik-menarik Keistimewaan DIY, yang kini telah menemukan jalan tengah dengan dengan disahkannya UU No. 13 tahun 2012. Namun, persaingan antara keduanya tak betul-betul usai. Ada sejumlah peristiwa kecil yang merupakan manifestasi persaingan yang belum usai antara negara modern dengan otoritas tradisional. Studi ini membuktikan bahwa pengelolaan parkir di Alun-Alun Kidul Yogyakarta masih menunjukkan bahwa persaingan antara kedua pihak masih berlanjut di ranah informal. Studi ini menggunakan konsep Migdal bahwa dalam setiap kelompok atau masyarakat terdapat pemimpin, yang relatif otonom dari negara. Kasus pengelolaan parkir ini menunjukkan bahwa pemimpin yang memiliki latar belakang otoritas tradisional makin berpeluang untuk memainkan otonomi di hadapan negara modern. Pengelolaan parkir di Alun-Alun Kidul menunjukkan besarnya kekuasaan yang dimiliki oleh elit informal berlatar-belakang Kraton. Masing-masing dari mereka memiliki pengelolaan kekuasaan, sistematika pembagian kerja, kompetisi antar profesi, kesepakatan bagi hasil/kerjasama, tujuan kepentingan dan strategi2 strategi menunjukkan adanya kompetisi yang dilakukan oleh para elit yang kemudian diteruskan oleh masing-masing massanya. Menariknya, elit di sini tidak monolitik. Ada kompetisi antar elit informal dalam suatu jaringan sistem. Dalam kompetisi ini elit informal gemar menciptakan dan mempertajam konflik diantara mereka sendiri, dan menggerakkan massanya untuk turut serta membawa konflik elit ke tingkat konflik massa. Seperti kebanyakan pembahasan tentang elit, fenomena patron-klien juga mewarnai pembahasan praktik pengelolaan parkir ini.Hubungan patron-klien terjadi karena masing-masing memiliki kepentingan dan adanya situasi saling membutuhkan. Masing-masing patron mempunyai keunggulan dan perlindungan yang kemudian dibalas klien dengan keloyalaanyan.Sebagai pola pertukaran, jasa dan barang yang dipertukarkan oleh patron dan klien mencerminkan kebutuhan yang timbul dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak.
Kata Kunci : Ruang Publik ; Perparkiran