Eksistensi Pelukis Tradisional di Yogyakarta
NURJANNAH, Ratna Dewi, Soeprapto
2013 | Skripsi | SosiologiABSTRAKSI Perubahan jaman dan kebutuhan yang ada telah memunculkan kemajuan dan kehidupan yang lebih kompleks dimana hal ini menuntut masyarakat untuk dapat bersaing baik dalam aspek mikro maupun makro. Kondisi ini pula lah yang diiringi dengan persaingan pasar yang semakin hari semakin ketat, sehingga para pelaku ekonomi pun harus mampu memutar otak dan memiliki caranya sendiri dalam upayanya untuk tetap bertahan dalam persaingan pasar. Yogyakarta sebagai salah satu daerah di Indonesia pun tak bisa lepas dari pengaruh ini, kota ini telah mengalami perubahan-perubahan baik secara struktur maupun kulturalnya. Kultural yang berubah memaksa masyarakat khususnya pelukis dalam penelitian ini untuk mampu bertahan dalam perubahan yang ada. Keadaan yang seperti inilah yang menjadi hambatan besar bagi pelukis dalam mempertahankan eksistensinya di dunia seni yang kemudian hal ini dihadapkan dengan rasa kecintaan mereka kepada dunia seni lukis. Oleh karena itu penelitian ini ingin melihat bagaimana korelasi antara ekspresi jiwa dan ekonomi yang mempengaruhi pergeseran eksistensi seni lukis menuju diversifikasi pekerjaan pelukis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan hasil data primer yang dilakukan melalui wawancara dengan aktor – aktor (pelukis) dan masyarakat, dalam konteks dunia seni lukis khususnya di daerah Yogyakarta. Setelah dilakukan penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa bagi pelukis, melukis merupakan salah satu cara pemuas kebutuhan atau tuntutan jiwa mereka dalam mengekspresikan diri dan ungkapan hati tentang segala hal dan pesan yang ingin dikomunikasikan kepada masyarakat luas. Lebih jauh lagi melukis dianggap sebagai sarana bagi pelukis dalam beribadah. Melukis dianggap sebagai pemuas kebutuhan atau tuntutan jiwa karena memang melukis bukan merupakan penopang utama dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi.Ditemukan juga beberapa indikator bahwa kebutuhan ekonomi pelukis ditopang oleh anggota keluarga yang lain, dimana anggota keluarga ( baik istri/orang tua/lainnya ) tersebut memiliki pekerjaan yang dapat dijadikan penopang kebutuhan ekonomi. Keluarga juga memberikan dukungan melalui bantuan – bantuan secara moril dan fisik kepada pelukis. Hal menarik lainnya diketemukan bahwa eksistensi melukis pelukis pun tak lepas dari adanya penopang pihak luar, baik teman, kerabat ataupun kolega (kolektor) pelukis dalam hal pemasaran, promosi, modal maupun lain sebagainya yang mendukung kegiatan melukis. Peran Ekternal disadari atau tidak oleh pelukis telah menghasilkan pergeseran atau diversifikasi pekerjaan yang terjadi pada pelukis.
Kata Kunci : Seni