Membentuk Warga Negara Patuh Hukum dan Produktif ;( Studi kuasa Pendisiplinan dan Pembentukan Narapidana Melalui Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta).
ANNISA, Ayya Sofia, Hasrul Hanif
2013 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Abstraksi Tulisan ini mengkaji berlangsungnya kekuasaan melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Tidak seperti penjara yang memisahkan terhukum dengan mengurung dan menertibkan secara represif, kuasa penghukuman dalam lapas memfokuskan diri pada praktek yang produktif dan efektif dalam memisahkan terhukum untuk menciptakan individu yang patuh sebelum kembali memasyarakat. Kepatuhan tersebut dapat terwujud dengan adanya pengendalian dan pengawasan pada setiap gerak-gerik individu narapidana. Penelitian ini mengangkat sebuah rumusan, bagaimana narapidana dibentuk dan didisiplinkan untuk menjadi warga negara yang baik melalui Lapas Wirogunan? Dengan rumusan tersebut, lapas pada penelitian ini dibaca sebagai wujud perkembangan teknologi politis atas tubuh narapidana untuk menjadi perempuan dan warga negara yang baik. Jawaban atas rumusan diperoleh dengan menggunakan strategi analisis diskursus melalui pendekatan self-technology milik Foucault. Metode tersebut digunakan karena kemampuannya melakukan telaah kerja kuasa melalui teknologi yang tersedia untuk transformasi kedirian individu. Sehingga, penelitian ini dapat menjelaskan bekerjanya kuasa melalui Lapas Wirogunan dalam ‘memerbaharui’ narapidana. Kuasa disiplin secara fisik terlihat jelas dalam pembagian ruang dan pengaktifan bangunan jaga dan dokumen yang menunjukkan perkembangan individu. Pembagian tersebut tidak hanya memudahkan pengawasan dan memisahkan komunikasi yang berbahaya namun juga menciptakan ruang yang berguna. Individu didisplinkan dengan pengenalan tugas dan tanggung jawab, dikontrol melalui wali napi dan mekanisme sidang, serta disediakan tujuan dalam kehidupannya di pemasyarakatan maupun ketika di luar nanti. Individu dalam lapas bukan objek dari kuasa namun juga turut menjalankan kekuasaan. Mereka juga merupakan elemen artikulasi dalam lapas yang membentuk sebuah diskursus tentang moralitas kebaikan yang khusus, bahwa menjadi warga negara yang baik melalui lapas adalah yang patuh hukum serta produktif.
Kata Kunci : Kualitas Pelayanan