Laporkan Masalah

Pemberdayaan Petani Melalui Peran Penyuluh dalam Program Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) : (Studi tentang Kelompok Tani Dokaran di Desa Tamanan, Kec. Banguntapan, Bantul Yogyakarta

RAHMADHANIA, Mila Dewi Ratih, Silverius Djuni Prihatin

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Intisari Petani merupakan salah satu profesi yang masih banyak diminati oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Dengan lahan pertanian yang diperoleh dari turun temurun, profesi ini mau tidak mau dijadikan sebagai mata pencaharian utama. Namun, tidak sedikit pula petani dijadikan sebagai profesi sampingan karena dari segi pendapatan tidak terlalu menjanjikan. Desa Tamanan yang masuk dalam Kecamatan Banguntapan ini masih memiliki penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani. Dengan masih banyaknya orang yang berprofesi sebagai petani, desa ini menjadi desa yang melaksanakan program Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Program SL-PTT telah berjalan sejak tahun 2008 hingga tahun 2012. Dengan memberikan ilmu dan pengetahuan sistem pertanian dengan teknologi baru, diharapkan akan ada peningkatan beras nasional dan peningkatan pendapatan petani. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian tentang proses pemberdayaan melalui Peran Penyuluh dalam program SL-PTT yang sudah berjalan dengan mengambil salah satu contoh kelompok tani yaitu, Kelompok Tani Dokaran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan memakai beberapa teknik pengumpulan data yaitu, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pihak petani dengan mengambil dua orang pengurus Kelompok Tani Dokaran,enam orang anggota aktif dan tidak aktif Kelompok Tani Dokaran, dan penyuluh lapangan yang mengurusi dan mendampingi Kelompok Tani Dokaran. Dari penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa proses berlangsungnya program SL-PTT diikuti dengan adanya kesadaran petani untuk berkembang dan dibuktikan dengan respon positif dari petani, serta adanya kemampuan untuk menjadi kelompok tani yang mandiri dan mampu untuk menetukan masa depan. Dengan diimbangi peran serta penyuluh yang besar dalam proses pemberdayaan di kelompok tani dokaran. Hal ini dapat disimpulkan bahwa proses pemberdayaan yang ada di Desa Tamanan dengan fokus peran penyuluh dalam program SL-PTT di Kelompok Tani Dokaran dapat berjalan dengan baik.

Kata Kunci : Pemberdayaan Petani.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.