Peran Karang Taruna sebagai Agen Pembangunan Masyarakat : (Studi di Perumahan Sedayu Permai Blok C).
SETIAWAN, Nurfi, Hempri Suyatna
2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Intisari Pemuda merupakan sebuah fase di mana ia telah mampu untuk membedakan hal yang baik dan yang buruk, meskipun hal tersebut juga memerlukan perhatian dan pengawasan dari orang-orang di sekitar remaja, yaitu orang tua, guru, maupun masyarakat agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang kurang baik. Masyarakat sendiri memiliki harapan agar pemuda dapat menjadi penerus bangsa di masa depan. Melihat hal tersebut, karang taruna diharapkan dapat memfasilitasi pemuda dalam mengembangkan potensi dan kreatifitas serta dapat memaksimalkan peran pemuda sebagai agen pembangunan masyarakat. Namun dalam perkembangannya, kegiatankegiatan yang dilakukan karang taruna hanya sebatas kegiatan rutinitas tahunan seperti acara 17-an dan kegiatan rekreatif lainnya yang kurang berdampak besar bagi pembangunan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti melakukan studi terhadap karang taruna KATLADA di Perumahan Sedayu Permai Blok C tentang dinamika karang taruna sebagai agen pembangunan masyarakat serta aspek yang mempengaruhi berhasil tidaknya karang taruna sebagai agen pembangunan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Perumahan Sedayu Permai Blok C, Pereng Wetan, Argorejo, Sedayu, Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan informan yaitu pengurus dan anggota KATLADA beberapa periode, ketua RT, dan sesepuh atau pendiri KATLADA. Data yang diperoleh kemudian dialisis dengan mengatur secara sistematis bahan hasil wawancara dan observasi, menafsirkannya dan menghasilkan suatu pemikiran, pendapat, teori atau gagasan yang baru yang disebut hasil temuan atau findings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KATLADA sebagai agen pembangunan masyarakat mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Pada awal berdiri tahun 1996 hingga tahun 2002, KATLADA masih menunjukkan eksistensi dengan berbagai kegiatan pembangunan masyarakat, namun tahun 2003 hingga tahun 2013, peran KATLADA sebagai agen pembangunan masyarakat semakin menurun. Penyebab penurunan peran KATLADA sebagai agen pembangunan masyarakat, yaitu 1) kurangnya pemantapan tujuan organisasi KATLADA kepada anggota, 2) kurangnya kesatuan komando dalam organisasi, 3) pembagian kerja atau pembagian tugas yang kurang optimal, 4) kurangnya pelimpahan wewenang dan tanggung jawab, 5) kurangnya kompetensi anggota, 6) antarhubungan yang kurang harmonis, dan 7) kerja sama yang kurang didasarkan atas hak, kewajiban, dan tanggung jawab masingmasing anggota untuk mencapai tujuan.
Kata Kunci : Kepemimpinan