Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga : (Studi di Desa Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul Prov DIY)

KHOIRIAH, Zukhruf, Silverius Djuni Prihatin

2013 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Intisari Desa Bantul sebagai ibukota Kabupaten Bantul, masyarakatnya telah dapat dikatakan mandiri dalam pengelolaan sampah terbukti dengan sedikitnya jumlah sampah yang masuk ke TPA Piyungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Mengetahui perspektif masyarakat di Desa Bantul yang terdiri dari berbagai kalangan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, (2). Mengetahui aktifitas pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah berjalan di masing-masing pedukuhan yang ada di Desa Bantul, (3). Mengetahui perkembangan pengelolaan sampah rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bantul, (4). Mengetahui peran lembaga swadaya masyarakat (Bank Sampah Gemah Ripah dan Paguyuban Pasar Bantul), lembaga pemerintah (DPU dan BLH), dan pihak swasta (Bank Danamon) dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Bantul, (5). Mengetahui manfaat dari pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif deskriptif, dengan teknik kepustakaan, wawancara (kepada 19 informan), observasi, dan dokumentasi digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini. Uji keabsahan datanya menggunakan metode triangulasi. Datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Desa Bantul mempunyai 2 lembaga yang terbentuk di masyarakat yaitu Bank Sampah Gemah Ripah dan Paguyuban Pasar Bantul Sejahtera. Terdapat berbagai bentuk keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga baik yang dilakukan oleh masyarakat yang terlibat di Bank Sampah Gemah Ripah dan Paguyuban Pasar Bantul Sejahtera, maupun masyarakat yang tidak terlibat di keduanya. Dari fenomena keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga tersebut, dijumpai beragam makna keikutsertaan masyarakat, baik individu maupun komunal. Dari hasil penelitian ini, didapatkan temuan mengenai manfaat dan dampak negatif yang belum disadari oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Adapun manfaatnya yaitu menghasilkan lingkungan yang sehat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan merekatkan kohesi sosial. Sedangkan dampak negatifnya yaitu menghasilkan sumber penyakit, konflik antar tetangga, konflik antara masyarakat dengan institusi, dan konflik antara sesama pengelola institusi. Kesimpulan yang diperoleh yaitu masyarakat bersemangat di awal saja, ini dikarenakan sedikitnya faktor penunjang keberlanjutan dari kegiatan pengelolaan sampah tersebut, mulai dari ketersediaan alat, jumlah tenaga, uang, dan kemampuan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan integrasi antara dinas terkait, swasta, dan masyarakat untuk mendukung mewujudkan partisipasi masyarakat yang lebih baik. Kemudian penulis merekomendasikan tiga hal: (1). Pihak dinas terkait (BLH dan DPU) agar memberikan pendampingan berkelanjutan pada pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat Desa Bantul, (2). Pihak swasta agar menerapkan pemetaan sosial sebelum memberikan bantuan sebagai tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungan Desa Bantul, dan (3) Masyarakat yang telah menerima sosialisasi dan menerima bantuan berupa alat, agar dapat menggunakan dan merawatnya untuk kelancaran keberlanjutan kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.